Adaptasi dari Skripsi, Dina Handrayani Dirikan Komunitas Literasi Baca

138
Adaptasi dari Skripsi, Dina Handrayani Dirikan Komunitas Literasi Baca
Dina Handrayani (Kanan) Founder Readathon Indonesia

BERAWAL dari skripsi, Dina Handrayani mahasiswi lulusan Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendirikan sebuah komunitas literasi baca bernama Readathon Indonesia.

Readathon sendiri merupakan kependekan dari Reading Marathon Indonesia, secara resmi berdiri pada tahun 2019 silam.

“Itu adaptasi dari skripsi saya waktu itu, dan kemudian menjadi komunitas,” Ungkap Dina saat melakukan live interview Bincang Seru Madania Radio Streaming, Rabu (2/12/2020).

Ide untuk mendirikan komunitas baca tersebut berawal dari penelitian skripsi tentang silent reading atau kebiasaan membaca di sekolah yang ada di Jawa Barat.

“Ketika itu meneliti tentang membaca anak dalam bahasa Inggris dan hasilnya bagus. Dan saya berpikir kenapa tidak dijadikan sebagai komunitas membaca.” Ungkap Dina.

Komunitas Readathon tercatat memiliki readers “sebutan bagi pembaca” sebanyak 700 orang yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, hebatnya tidak hanya di dalam negeri saja komunitas Readathon juga memiliki readers yang menetap di mesir dan juga jepang.

“Ada juga readers yang kuliah di Mesir kemudian ikut program kita, kemudian pernah ada dari Jepang juga. Kebanyakan emang yang ikutnya orang Indonesia tapi mereka tinggalnya di luar negeri,” ujarnya.

Adaptasi dari Skripsi, Dina Handrayani Dirikan Komunitas Literasi Baca
Public Discussion salah satu kegiatan Readathon Indonesia

Salah satu kegiatan dari komunitas ini adalah memberikan tantangan untuk membaca buku selama satu bulan. Dengan tema yang telah ditentukan dan dibuatkan review. Sehingga hasilnya bisa di diskusikan bersama readers lain.

Selain tantangan untuk membaca, Readathon memiliki beberapa program lain seperti: program Diskusi Online, Public Discussion, Readathon go to School, dan terakhir Voice Review.

“Kalau reviewnya ditulis udah biasa, karena sekarang di era digital dan kemudian banyak banget orang yang suka podcast. Maka kita angkatlah voice review, review dengan oral dan biasanya kita suka on air.” Ungkap Dina menambahkan. (Madania.co.id/Ibrahim Lakoni)

Baca Juga:  Produksi Lilin di Vihara Dharma Ramsi Menurun Akibat Pandemi Covid-19

Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here