Bank Indonesia Dukung Pengembangan Wisata Halal

167
Tangkapan Layar Sharia Corner, Kamis (4/2)

Madania.co.id, Bandung – Dalam beberapa waktu terakhir, wisata halal menjadi tren baru di Indonesia. Salah satunya seperti di Lombok yang telah mendapatkan penghargaan Best Halal Destination dan Best Halal Honeymoon Destination pada 2015. Saat ini wisata halal sudah mulai menjamur di beberapa daerah begitu pun di Jawa Barat.

Ini menjadi salah satu peluang bagi para pengusaha wisata untuk memunculkan inovasi baru dalam mengembangkan destinasi wisata. Namun jangan salah, wisata halal bukan hanya diperuntukan bagi muslim saja. Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Guntur Wibisono mengungkapkan dalam program Sharia Corner yang ditayangkan langsung di madania TV, Kamis (04/2).

Baca Juga:  Lima Cara Mengatasi Krisis Indentitas Bagi Ibu Baru

“Halal tidak semata-mata konsep islam dan muslim saja, yang disebut halal disitu adalah muslim friendly. Karena secara tidak sadar ada potensi muslim yang besar,” ujar Gentur.

Gentur juga memberikan contoh destinasi wisata yang muslim friendly. Seperti adanya tempat ibadah yang layak, tempat wudhu yang layak dan menyediakan air wudhu yang bersih dan suci. Hal ini perlu diperhatikan bagi pegiat wisata halal agar tempat ibadah tidak disediakan ala kadarnya.

Baca Juga:  Majalah Charlie Hebdo akan Terbitkan Ulang Karikatur Kontroversial Nabi Muhammad

Tidak hanya itu, penyediaan toilet yang bersih dan nyaman juga menjadi salah satu hal yang perlu disediakan di setiap destinasi wisata. Hal ini juga didukung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang sebelumnya juga memprogramkan hal tersebut.

Program Dukungan Bank Indonesia

Gentur juga mengungkapkan ada lima program yang diberikan Bank Indonesia untuk mendukung pengembangan wisata halal.

Pertama, memberikan fasilitas pendampingan bagi para pengusaha yang akan mengajukan sertifikasi halal. Selain itu, BI juga akan memberikan bantuan biaya sertifikasi halal.

Kedua, kemandirian ekonomi berbasis pesantren, Gentur berpendapat bahwa santri di pondok pesantren telah terlatih untuk memiliki enterpreneur mindset. Pesantren juga memiliki potensi besar yang harus dikembangkan.

Baca Juga:  Islam Mengharuskan kita Berbaik Hati Pada Tetangga

Ketiga, mengembangkan UMKM syariah industri halal dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan keahlian pelaku UMKM dan memberikan akses pembiayaan termasuk bagi industri fashion dan makanan.

Keempat, membentuk holding ekonomi pesantren secara bersama-sama. Memberikan edukasi dan bekerja sama dengan lembaga riset, pemerintah dan lembaga lainnya.

Kelima, mensinergikan semua sektor ekonomi dan melihat perkembangan pasar syariah dengan tetap menggunakan alat transaksi yang sah yaitu rupiah. (fan)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here