Baru 3000 sampel, Ridwan Kamil Minta Cianjur Tingkatkan Pengetesan PCR

197
Ridwan Kamil (Foto: Humas Jabar

Madania, Cianjur – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, meminta kepada Gugus Tugas Covid-19 Kabupatan. Cianjur untuk meningkatkan pengetesan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Jika merujuk standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Ridwan Kamil, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur harus mengetes 10.ribu sampel dengan metode PCR. Saat ini, Kabupaten Cianjur baru mengetes sekitar 3 ribu sampel.

“Saya apresiasi Cianjur masuk zona resiko rendah (kuning), bagaimana menjaga agar bertahan atau kasus tidak bertambah, kuncinya adalah testing,” kata Kang Emil dalam Rapat Evaluasi dan Monitoring bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-9 Kabupaten Cianjuar di Pendopo Bupati Cianjur, Jumat (24/7/20).

Baca Juga:  Presiden Macron Minta Para Pemimpin Muslim Prancis untuk Membuat Piagam 'Islam' sebagai 'Agama Non-Politik'

Berdasarkan kajian epidemilogi, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Cianjur didominasi oleh kasus impor (imported case). Maka itu, ia mengatakan, pengetesan masif perlu dilakukan di pintu-pintu masuk Kabupaten Cianjur dan destinasi wisata.

“Tes yang didahulukan adalah pendatang karena hasil analisis ilmiah kami, kasus datang dari orang luar Jabar atau imported case. Maka, kalau Cianjur mau aman, harus melakukan test masif kepada pendatang. Saya yakin tiap akhir pekan banyak yang datang ke lokasi wisata Cianjur,” ucapnya.

Dalam rapat tersebut, ia menyatakan, pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sebab, kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas. Ia pun meminta Kabupaten Cianjur untuk mulai membuat level kewaspadaan tingkat kecamatan.

Baca Juga:  "Langseng" Kian Terseret Peralatan Dapur Modern

Libatkan Karang taruna
“Syaratnya siapkan protokol di sekolah, jangan hanya masker. Tapi pakai pelindung muka juga karena virus bisa masuk lewat mata. Kapasitas kelas harus dikurangi minimal setengahnya,” katanya.

Terkait pelaksanaan Iduladha, ia merekomendasikan pembagian daging kurban kepada mustahik dilakukan secara door to door. Tujuannya menghindari potensi munculnya kerumunan. Karang Taruna dan PKK Kabupaten  Cianjur dapat terlibat dalam proses pembagian daging kurban.

Baca Juga:  Kakorlantas: Silahkan Saja Mudik Sebelum 6 Mei, Setelahnya Tak Boleh!

“Jual beli hewan kurban kalau bisa online, pakai besek dan jangan paksakan semua memotong di hari H karena sesuai syariat juga bisa hingga H+3 Iduladha,” ucapnya.

Ketua Gugus Tugas  Covid-19 Kabupaten, Herman Suherman, mengatakan, banyak kepala sekolah di daerah ini menyampaikan aspirasi agar pembelajaran tatap muka dilakukan. Namun, katanya, pembelajaran tatap muka harus dikaji dengan komprehensif, sebab, kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap jadi prioritas.

“Saya harus kaji dulu karena anak-anak harus betul-betul aman. Apalagi, SMA/SMK kewenangannya di pemerintah provinsi,” katanya.(m)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here