Bosnia Pertahankan Tradisi Maktab dalam Pengajaran Pendidikan Islam

39
Maktab
Tradisi Pembelajaran Maktab di dalam Masjid. (Foto: aa.com.tr)

Madania.co.id, Bosnia- Bosnia dan Herzegovina terus mempertahankan tradisi pengajian maktab yang menjadi basis pendidikan agama Islam di negaranya.

Tradisi Maktab atau Kuttab yang memiliki arti pengajian dasar, di mana anak-anak diajarkan pembelajaran mengenai membaca, menulis dan tata bahasa. Selain itu, mereka juga diajarkan kajian tentang Islam dan mengaji/membaca Al-Qur’an.

Dilansir Anadolu Agency (16/11/20), tradisi tersebut dimulai sejak periode Ottoman, kemudian dilanjutkan selama periode Kekaisaran Austro-Hungaria sampai berdirinya Yugoslavia, Bosnia serta Hezergovina, hingga saat ini.

Semua anak-anak dari kelas satu sampai kelas sembilan dapat mengikuti kelas maktab, yang benar-benar dikelola dan diorganisir oleh Persatuan Islam Bosnia dan Herzegovina.

Para imam mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an dan pengetahuan dasar agama menurut kelompok usia mereka, tiap akhir pekan. Anak-anak memperkaya kehidupan mereka dengan mempelajari dasar-dasar dan nilai Islam.

Sulejman Posavljak, seorang imam yang mengajar di salah satu maktab di ibukota Bosnia, Sarajevo memberi tahu AA bahwa ketertarikan masyarakat terhadap maktab meningkat setiap tahunnya.

“Kami memiliki 131 murid di maktab di lembaga kami dan kami membuka cabang sekolah/pengajian atas permintaan para keluarga murid,” kata Posavljak.

Posavljak menggarisbawahi bahwa pendidikan maktab memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan anak-anak di mana mereka diajarkan untuk menghormati keluarganya dan bersikap toleran terhadap orang lain.

“Saya ingin mengajak para keluarga yang masih ragu, tolong titipkan anak-anak kalian ke sekolah ini agar kalian dapat membesarkan anak-anak yang bertanggung jawab,” katanya.

Pengalaman Para Murid Maktab

Harun Cuprija salah seorang murid di maktab yang masih berusia 11 tahun mengatakan dia belajar banyak do’a-do’a, surat dan juz dalam Al-Quran. “Tempat ini sangat indah. Kita belajar Al-Qur’an, juga belajar berdo’a. Dan kita bisa mendapat teman baru disini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Proposal Rencana Bisnis dan Laporan Keuangan Bantu Kembangkan UMKM

Dzejna Fazlagi (12) mengatakan dia banyak belajar Al-Qur’an di Maktab. “Kita belajar banyak hal di sini. Itu adalah keinginan terbesar saya untuk bisa bisa membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.

Juga murid lainnya mengatakan hal yang sama ketika ditanya mengenai pembelajaran pendidikan Islam dengan tradisi maktab.

Hingga abad ke-20, masjid merupakan satu-satunya tempat pengajian umum di dunia Islam. Seorang imam akan membiasakan murid-muridnya untuk bersila di lantai serta mengajarkan bahasa arab Qurani/fasihat.

Bagaimanapun, dengan berkembangnya sekolah modern, jumlah pembelajaran dengan tradisi Maktab menurun di dunia Islam. (dzk)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here