Dampak La Nina, Hujan di Indonesia Lebih Banyak 

50
Ilustrasi hujan. (Foto/Reza Hidayattulloh)

Madania.co.id, Bandung – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tony Agus Wijaya mengatakan, dampak La Nina atau anomali suhu di Indonesia, dan khususnya di Bandung  membuat curah hujan semakin meningkat pada awal musim hujan.

Agus menyebutkan, kondisi La Lina dapat berlangsung dua bulan hingga paling lama 2 tahun.

Menurut Agus, dampak La Nina, yakni terjadi peningkatan akumulasi curah hujan lebih dari 300 mm per bulan yang terjadi di Pesisir Barat Sumatera.

Peningkatan juga terjadi di wilayah sekitar pegunungan bukit barisan, Kalimantan bagian Utara dan Barat dan sebagian Papua.

“La Nina menambah curah hujan secara signifikan pada Oktober-November pada awal musim hujan,” ujarnya melalui keterangan pers yang diterima, Rabu (21/10/2020).

Ia mengungkapkan, La Nina menguatkan curah hujan pada Oktober di sebagian wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera dan Kalimantan.

Pada November, menurutnya, giliran di sebagian wilayah, terutama Indonesia bagian Tengah, Timur, dan Selatan.

“Dampak La Nina pada bulan September, Oktober, November signifikan di wilayah Selatan, Tengah dan Timur,” katanya.

Pada bulan Desember, Januari, Februari signifikan di wilayah Tengah dan Utara.(rar)

Baca Juga:  Polres Banjar Imbau Masyarakat Taati Protokol Kesehatan

Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here