DPRD Kota Bandung Kritisi Peluncuran TV Bandung 132

47
Pembelajaran Melalui TV Bandung 132. (Humas Kota Bandung)

Madania.co.id, Bandung – Pemerintah Kota  (Pemkot) Bandung berencana memasang akses kanal TV berbasis satelit Bandung 132 tak berbayar di setiap RT di Kota Bandung. Hal tersebut merupakan alternatif media pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para pelajar melalui tv di masa pandemi covid-19 ini.

Sebagaimana diketahui, Kanal TV Satelit Bandung 132 menyuguhkan program Padaringan (Pembelajaran Dalam Jaringan) yang memuat ratusan konten video mata pelajaran dari tingkatan SD hingga SMP. Dengan begitu, PJJ yang sebelumnya disiarkan TVRI Jawa Barat, kini bisa diakses di Bandung 132.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Nunung Nuraisyah mengaku belum mengetahui secara rinci program tersebut. Namun satu hal, jika program tersebut tidak lebih baik dari program serupa yang tayang di TVRI atau bahkan lebih buruk, ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menghentikannya dan melanjutkan program PJJ dengan TVRI.

“Kalau kontennya lebih baik kami sangat mendukung, tapi ini permasalahannya. kontennya sendiri seperti apa kita juga belum tahu. Kesiapannya seperti apa, jangan terburu-buru jadi itu kurang baik. Kan ini juga melibatkan masyarakat jadi banyak pihak terlibat di dalamnya. Kasian RT nya juga terbebani juga,” ujar Nunung saat dihubungi melalui sambungan telpon, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, pembahasan PJJ di masa pandemi memang menjadi atensi Komisi D, sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, khusus terkait metode pembelajaran dengan TV Digital Bandung 132, pihaknya mengaku belum ada pembahasan resmi di Dewan.

“Belum, terus terang belum, saya di Komisi D belum secara resmi apalagi sejauh membahas hal-hal teknis belum dilibatkan. Makanya kita coba agendakan untuk memanggil pihak terkait dalam hal ini Disdik kota Bandung,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pidato Emmanuel Macron Angkat Isu Hijab

Lebih lanjut Nunung mengatakan, karena terlanjur di tayangkan tidak akan serta merta menghentikan siaran tersebut. Komisi D akan melihat dulu perkembangannya dalam beberapa hari ke depan, sebelum mengambil kesimpulan.

“Jadi siapa yang bertanggung jawab terhadap konten ini harus jelas kemudian harus ada review konten,  yang harus memilah dan memilih sesuai dengan kulikurum. Itu juga harus jadi suatu keharusan, dalam hal ini Disdik atau pun Perguruan Tinggi harus terlibat. Nanti sejauh mana keterlibatan disdik ini, kita akan tanyakan,” pungkasnya. (ats)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here