Dua Wanita Muslim Ditusuk Dua Sesama Jenis Kulit Putih di Dekat Menara Eiffel, Paris

36
Wanita Muslim
Lokasi Penusukan Dua Wanita Muslim di Dekat Menara Eiffel, Paris Perancis. (Foto: iqna.ir)

Madania.co.id, Perancis – Minggu  (18/10/20) malam, dua wanita yang berpenampilan Eropa terindikasi rasis, mengolok-olok dengan meneriakkan hinaan rasis, hingga menusuk dua wanita muslim.

Menurut saksi, pelaku melontarkan ungkapan rasis dengan sebutan “Arab Jalang”, kemudian langsung melakukan tindak kekerasan.

Dilansir muslimmirror.com (21/10/20), kedua korban penusukan berasal dari Perancis berlatar belakang Algerian  bernama Kenza berumur 49 dan Amel yang lebih muda dari Kenza.

Peristiwa itu terjadi ketika Kenza dan Amel sedang berjalan bersama dua sepupu perempuan dan empat anak lainnya di Taman Champ de Mars, dekat Menara Eiffel, Paris.

“Kami pergi jalan-jalan di sekitar menara Eiffel. Saat kami sedang berjalan di area yang jauh dari pengunjung, ada dua anjing yang datang ke arah kami,” ungkap Kenza pada surat kabar Liberation Perancis.

“Anak-anak ketakutan. Sepupuku yang berkerudung meminta bantuan pada dua wanita (pemilik anjing) agar anjing mereka diikat karena anak-anak ketakutan.

Tetapi mereka menolak, kemudian salah satu dari mereka mengeluarkan pisau dan langsung menikam kepala, punggung, dan tulang rusuk saya serta tiga kali tikaman pada lenganku,” ungkap Kenza.

“Lalu mereka begitu juga pada sepupuku,” tambah Kenza.

Mereka sempat adu argumen dan para penyerang diduga meneriakkan hinaan rasis dan Islamofobia sebelum menikam para korban.

Korban termuda, Amel yang ditikam “berkali-kali” telah menjalani operasi, namun saat ini dalam kondisi stabil.

Korban kedua, Kenza mengalami enam tusukan yang membuat paru-parunya pecah. Dia masih menerima perawatan, tetapi kondisinya tidak kritis, menurut media Prancis.

Polisi Perancis telah menangkap dua pelaku tersangka dan kini mereka ditahan dengan ancaman pidana percobaan pembunuhan, ungkap jaksa.

Diduga kejadian itu mengangkat isu pembunuhan seorang guru yang bernama Samuel Paty, di pinggiran kota Paris Jumat lalu.

Baca Juga:  Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem Meninggal di Usia 79

Umat Islam di sana merasa prihatin akan meningkatnya Islamofobia yang disebabkan oleh tindakan keras pemerintah terhadap masjid dan organisasi Muslim.(dzk)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here