Epidemiolog Tekankan Adanya Pengecekan di Perbatasan Kota Bandung Menjelang Libur Panjang

33
Ilustrasi pengecekan terhadap pengendara roda dua mupun empat. (Istimewa)

Madania.co.id, Bandung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung sebelumnya telah memprediksi akan adanya lonjakan volume kendaraan di Kota Bandung menjelang libur panjang.

Staf Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) yang sekaligus merupakan Epidemiolog, Bony Wiem Lestari, dr. mengatakan, urgensi pengecekan di perbatasan Kota Bandung.

“Kalau ada pengunjung datang ke kota Bandung harus screening di perbatasan. Paling enggak cek suhu, pakai masker atau engga. Kalau ada yang demam saat dicek, aparat (menindaklanjuti) yang lain ada yang demam tidak boleh lanjut perjalanan. Kalau sudah terlanjur masuk Bandung, sudah terlambat,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (27/10).

Ia juga mengatakan, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bandung juga perlu mempersiapkan pengawasan penerapan protokol kesehatan, baik bagi masyarakat maupun penyedia jasa seperti pariwisata ataupun hotel yang biasanya menjadi tujuan para wisatawan dari luar maupun dalam kota Bandung.

“Hotel rumah makan tempat wisata tetap di tempat tersebut harus ada satgas covid-19 yang betul-betul mempersiapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Bony menuturkan, secara epidemiologi tidak perlu diadakan rapid test ataupun swab test bagi pengunjung yang hendak masuk ke kota Bandung. Terkecuali bagi mereka yang bergejala. Namun ia menegaskan penerapan protokol kesehatan harus dilakukan, baik oleh masyarakat ataupun pengusaha hotel, tempat wisata, hingga tempat makan.

“Membatasi pengunjung (hotel). Okupansi maksimal 50 persen, harus koordinasi dengan Disbudpar (Dinas Budaya dan Pariwisata). Protokol makan di hotel (juga) harus ada mekanisme. Protokol kesehatan di situ, lift, tempat parkir, betul-betul harus di cek,” tegasnya.

“Menurut saya dari sisi yang menyediakan harus diupayakan ada implementasi protokolnya dan harus diawasi juga. Kalau tidak diawasi, biasanya suka kendor. Kalau sidak (inspeksi mendadak), betul (menerapkan protokol kesehatan). Ini harus dimonitoring,” sambungnya.

Baca Juga:  Kecamatan Bandung Kulon Ajukan Permohonan PSBM Tingkat RW

Bony turut mengimbau masyarakat yang hendak menghabiskan waktu libur panjang di kota Bandung. Mulai dari menggunakan kendaraan pribadi, hingga pemilihan tujuan tempat wisata.

Ia menegaskan, usahakan menggunakan kendaraan pribadi. Sebelum berangkat didisinfeksi mobilnya, pulangnya pun begitu. Jauh lebih aman kalau wisatanya outdoor (luar ruangan), jangan ambil yang indoor (dalam ruangan),” ujarnya.

Yang namanya indoor, walaupun protokol kesehatan tetap risikonya lebih tinggi dibanding wisata ke alam terbuka. Penyedia layanan juga harus membatasi pengunjung. Di Bandung banyak pilihan (tempat wisata outdoor),” pungkasnya. (ats)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here