GGMH Gelar Aksi Unjuk Rasa di depan Pengadilan Negeri Bandung

173
Aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri, (Ridwan)
Aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri, (Ridwan)

Madania.co.id, Bandung – Sejumlah anggota Gerakan Ganyang Mafia Hukum (GGMH) berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri, Bandung, Rabu (5/8/2020). Dalam aksinya GGMH, mengaggap saat ini Indonesia berada pada kondisi “Darurat Korupsi”.

Koordinator Gerakan Ganyang Mafia Hukum (GGMH), Torkis Parlaungan, mengatakan,  dalamaksi tersebut GGMH menuntut KPK menyeret pihak-pihak yang terlibat dalam kasus korupsi.

Baca Juga:  Erdogan Ajak Negara Islam Tingkatkan Ekonomi, Pemberantasan Rasisme, dan Pemeliharaan Yerusalem

“Tak hanya pihak yang terlibat, pihak yang membantu atau mengetahui kejahatan namun tidak melaporkan dalam kasus dugaan dalam korupsi RTH, KPK harus segera menetapkannya sebagai tersangka baru,” katanya.

Dalam aksi unjuk rasa itu GGMH juga menyinggung kasus korupsi RTH. Mereka menuntut KPK memberikan hukuman maksimal kepada tersangka korupsi RTH.

“Kerugian negara mencapai Rp 69,6 Miliar. Itu merupakan kejahatan luar biasa,” ujar Torkis.

Baca Juga:  Libur Panjang Imlek, Mobilitas ASN Jabar Dibatasi

Torkis berharap majelis Hakim menjatuhkan vonis yang berbasis pada SEMA nomor 1 tahun 2020 tentang pedoman memutus perkara Tipikor.

“Setidaknya putusan yang memberikan rasa keadilan publik,” katanya.

Sementara itu, sidang perkara korupsi pengadaan lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (5/8/2020). KPK menaksir kerugian negara dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan tanah untuk RTH Kota Bandung ini mencapai Rp 69 miliar.(mrf)

Baca Juga:  Menjadi Relawan Vaksin Sinovac, Ridwan Kamil Tak Akan Divaksin Hasil Beli Pemerintah

Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here