Hampir Setiap Tahun, Angin Puting Beliung Terjadi di Perairan Waduk Gajahmungkur

80

 

Angin puting beliung di tengah perairan Waduk Gajahmungkur. (Foto: Relawan PB Wonogiri)

Madania.co.id, Jakarta – Fenomena alam angin puting beliung terjadi di tengah perairan Waduk Gajahmungkur, Desa Sendang, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (20/1) sore.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena itu juga disebut Waterspout karena terjadi di perairan atau di atas permukaan air.

“Waterspout adalah angin puting beliung yang berada di atas permukaan air (dapat berupa danau maupun laut),” tulis UPT BMKG A. Yani Semarang dalam keterangannya, dilansir bmkg.go.id.

Menurut análisis sementara BMKG, terjadinya fenomena tersebut dipengaruhi adanya dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya sirkulasi siklonik di selatan Indonesia yang memicu terbentuknya belokan angin dan pertemuan angin di wilayah Jawa Tengah.

Kondisi tersebut, kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati, didukung dengan  masa udara yang labil serta kelembapan udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan di Jawa Tengah, khususnya wilayah Wonogiri.

Berdasarkan pantauan dari Citra Satelit dan Radar, BMKG Ahmad Yani Semarang sebelumnya telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrim dari Pukul 13.50 WIB dan telah di update pukul 16.25 WIB dan Wonogiri termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam Peringatan dini tersebut.

Hampir terjadi setiap tahun
Adanya fenomena tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto. Menurutnya fenomena tersebut juga kerap terjadi setiap tahun dan biasanya pada masa peralihan musim.

“Sebenarnya hampir setiap tahun terjadi di wilayah Kabupaten Wonogiri,” ujar Bambang dalam keterangan melalui video.

Bambang juga mengatakan, peristiwa yang terjadi selama kurang lebih 10-15 menit mengarah ke selatan itu tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa dan situasi aman terkendali.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Minta Jajarannya tak Segan Hukum Mati Para Pengedar Narkoba

“Arah angin putaran angin menuju ke selatan. Tidak berdampak dan kondisi sekarang telah normal kembali,” kata Bambang, dalam bnpb.go.id.

Mengingat adanya fenomena alam tersebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik dengan adanya peristiwa yang terjadi sebagai tanda “peralihan musim tersebut.

Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpengaruh dengan adanya berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan ,” kata Raditya.

Dalam hal ini, lanjutnya, masyarakat harus tetap waspada terkait adanya peringatan cuaca dari BMKG yang dapat memicu terjadinya peristiwa alam dan berpotensi menjadi bencana alam seperti hingga banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.

Menurut informasi BMKG, wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meliputi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo dan Purworejo.

Selanjutnya Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Pati, Kudus, Jepara, Magelang, dan Surakarta.(m)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here