Hasil Survey Disdik Kota Bandung: 86 Persen Siswa Bosan PJJ

70
Ilustrasi Siswa saat melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). (Istimewa)

Madania.co.id, Bandung – Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Bambang Arianto, mengatakan, pihaknya telah melakukan survei terhadap 44 ribu siswa terakait pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Survei tersebut juga dilakukan kepada guru dan orang tua siswa selama periode April-Juli 2020.

Dari hasil survei tersebut, Bambang menyebutkan, PJJ lebih didominasi tugas yang membuat para siswa-siswi merasa bosan dan sebagian orang tua  tidak mengerti konten.

“Kita melakukan survei ke 44 ribu siswa, 4.000 orang tua dan 7.000 guru. Salah satu yang kita tanyakan, soal bagaimana pelaksanaan PJJ, dan 86 persen siswa bilang bosan,” kata Bambang di Kota Bandung, Jumat (23/10).

Menurutnya, pnyebab munculnya rasa bosan bagi siswa karena banyaknya tugas yang diberikan.

Lantas Disdik pun menanyakan kepada guru tentang metode yang diberikan. 91.8 persen dari mereka menjawab pemberian tugas kepada siswa.

“Untuk orang tua, sebanyak 16.7 persen tidak mengerti konten dan 6.8 persen, orang tua merasa terbebani. Kita melihat kondisi saat ini relatif tidak berubah banyak. Namun begitu kita sudah melakukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

PJJ yang sudah berlangsung sejak Maret lalu, menurut dia,  membuat sebagian besar guru menggunakan metode dengan memberikan tugas dan memanfaatkan aplikasi untuk proses belajar mengajar. Tak hanya itu, guru juga memanfaatkan televisi satelit Bandung 132.

Pemkot Bandung telah melakukan kerja sama dengan komunitas Bandung Economic Empowerment Center  (BEEC) beberapa waktu lalu. Pemkot mengklaim kerja sama ini telah memberikan terobosan baru dalam menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi covid-19 berupa peluncuran televisi satelit Bandung 132.

Kanal TV Satelit Bandung 132 menayangkan program Padaringan (Pembelajaran Dalam Jaringan) yang memuat ratusan konten video mata pelajaran dari tingkatan SD hingga SMP.

Baca Juga:  Vaksin Sinovac Masih Menunggu Autorisasi Badan POM

Sat ini Kota Bandung berada di zona oranye covid-19. Namun Disdik belum berencana  membuka sekolah tatap muka.

Menurut Kepala Disdik Kota Bandung,  Hikmat Ginanjar, pihaknya tetap harus melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring (online) hingga kasus covid-19 di Kota Bandung mereda.

“Kebijakan untuk membuka sekolah kami tetap mengacu kepada Perwal (Peraturan Wali Kota) No 37, dan untuk instruksi saat ini masih tetap harus melakukan sekolah via daring. Kita semua harus bersabar sampai Covid-19 di Bandung mereda,” katanya. (ats)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here