Indikator Ekonomi Membaik, Bank bjb Optimistis Sambut 2021

206

Madania.co.id , Subang  – Pandemi Covid-19 diperkirakan masih akan berdampak pada sektor ekonomi dan keuangan hingga triwulan pertama 2021. Sejumlah strategi pun sudah dipersiapkan kalangan pelaku usaha dan perbankan,termasuk di Jawa Barat (Jabar).

Bank bjb sebagai salah satu perbankan nasional yang terlibat aktif dalam berbagai upaya pemulihan, khususnya melalui intervensi sektor keuangan, menyambut positif suasana kebangkitan sekaligus menyongsong kehadiran 2021 dengan penuh optimisme.

Sinyal pemulihan ekonomi jelang penutupan tahun 2020 ini mulai terlihat lewat sejumlah indikator, salah satunya produk domestik bruto (PDB) yang mulai tumbuh di triwulan tiga 2020. Penjualan kendaraan bermotor di sektor riil juga mulai meningkat 20% month-on-month. Pergerakan positif juga menampak dalam indeks penjulan eceran yang juga membaik meski masih mengalami kontraksi. Kondisi tersebut menggambarkan aktivitas masyarakat berangsur kembali pulih setelah sekian lama terdampak pandemi.

Direktur Utama Bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan gerak pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial yang terjadi secara gradual merupakan sebentuk angin segar yang patut disyukuri. Menurutnya optimisme harus terus dibangun mengiringi sinyal-sinyal kebangkitan yang telah diperlihatkan.

“Dengan berkaca pada grafik indikator-indikator ekonomi yang mulai memperlihatkan kinerja positif secara umum, bank bjb optimis tantangan yang dimunculkan akbiat pandemi Covid-19 dapat segera teratasi. Ini adalah pertanda yang sangat baik bagi seluruh pelaku industri, termasuk bagi industri perbankan yang sejauh ini mengalami tekanan cukup berat. Bank bjb dengan segudang pengalaman, konsistensi kinerja dan rangkaian inovasi yang siap dihadirkan akan terus bergerak secara cepat dan tepat demi melanjutkan tren pertumbuhan bisnis sekaligus mengawal kebangkitan ekonomi Indonesia,” kata Yuddy dalam Economic Outlook Bank bjb Tahun 2021, di Subang, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga:  Bank bjb dan Pemda Garut Sepakati Kerjasama Peningkatan Kapasitas ASN

Yuddy mengatakan di tengah kondisi serba menantang yang terjadi akibat pandemi Covid-19, Bank bjb bersyukur masih dapat menorehkan kinerja positif. Salah satu indikator kuncinya, total kredit perbankan tumbuh 8,7% year-on-year menjadi Rp88,9 triliun atau berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional dengan tingkat risiko yang terkelola.

Selain itu, kepercayaan yang besar dari masyarakat untuk menyimpan dananya pada bank bjb, serta banyaknya masyarakat yang menunda konsumsi atau investasi di tengah pandemi turut mendorong pertumbugan dana pihak ketiga sebesar 17% y-o-y menjadi Rp115,5 triliun.

Dengan angka pertumbuhan kredit dan DPK tersebut, total aset beserta anak perusahaan tumbuh 19,4% y-o-y menjadi Rp147,6 triliun. Laba bersih Rp1,2 triliun tumbuh positif 5,9% y-o-y. Kualitas kredit pun terkelola dengan baik di mana rasio NPL berada pada level 1,50% lebih baik dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional 3,22%.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Wakaf

Walaupun optimisme kebangkitan ekonomi tengah menyongsong seiring kembali pulihnya aktivitas masyarakat, Yuddy mengatakan perbankan tetap harus berhati-hati. Salah satu potensi yang mesti dicermati ialah potensi relapse nasabah yang menerima fasilitas restrukturisasi kredit perbankan.

Kebijakan OJK melakukan perpanjangan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Restrukturisasi Kredit sampai dengan 31 Maret 2022 dinilai tepat dan sangat membantu, baik bagi industri perbankan maupun debitur, karena stimulus yang hingga saat ini telah diberikan kepada para pelaku usaha belum diimbangi oleh demand yang cukup.

Lebih jauh, Yuddy mengatakan bahwa situasi pandemi ini telah menjadi salah satu katalis transformasi digital dalam berbagai aspek kehidupan, di mana inovasi berbasis teknologi harus terus dilakukan. Di masa kini, semua harus dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pola konsumsi dan perilaku masyarakat.

“Preferensi dalam memilih produk, channel distribusi yang digunakan, dan komunikasi produk tentu tidak bisa kita samakan dengan masa sebelum adanya pandemi. Masyarakat sudah terbiasa dan nyaman dengan berbagai kemudahan teknologi yang berkembang pesat di masa pandemi,” ujar Yuddy.

Baca Juga:  Bank bjb Dorong Percepatan Ekonomi Jabar dan Banten Melalui Penyaluran Dana PEN

Merespon perubahan pola interaksi dan transaksi yang terjadi, Yuddy menuturkan bank bjb konsisten menelurkan inovasi khususnya untuk mengoptimalisasi fungsi platform mobile banking milik perseroan. Salah satu bentuk inovasi teranyar yang dihadirkan bank bjb ialah proses pengajuan kredit yang lebih inklusif dan aksesibel melalui platform mobile banking.

Platform mobile banking bjb Digi kini telah dapat melayani proses pengajuan kredit perbankan. Sebagai tahap awal, bjb Digi menghadirkan halaman loan onboarding pengajuan Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra) yang merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ke depan, kami akan terus menciptakan beragam inovasi khususnya di sektor digitalisasi perbankan demi menjawab tantangan dan kebutuhan zaman sekaligus memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih mudah dan menyenangkan kepada nasabah. Langkah-langkah inovasi ini akan terus didorong untuk memperkuat fondasi pelayanan sebagai bekal dalam mengarungi cakrawala persaingan usaha di masa depan,” kata dia. (tgh)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here