Jabar Dapat 100 Ribu Floacked Swab Buatan Universitas Indonesia

48
Flocked swab HS-19. (Dok Humas Jabar)
Flocked swab HS-19. (Dok Humas Jabar)

Madania.co.id, Bandung – Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendapat 100.000 flocked swab HS-19 hasil karya Universitas Indonesia (UI). Floacked swab menunjang percepatan uji usap (swab test) dalam mendeteksi virus Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Divisi Kerja Sama, Logistik, Bantuan Sosial (KLBS)  Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Arifin M. Soendjaya.

Ia menjelaskan, flocked swab HS-19 merupakan alat bantu  uji usap untuk mengambil cairan hidung dan tenggorokan. Bentuknya seperti korek kuping tapi  ukurannyai8 lebih panjang. Dari cairan yang diambil itulah petugas laboratorium bisa mendeteksi virus covid-19 melalui metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

“Flocked swab yang diterima Pemprov Jawa Barat sebanyak 100.000.  Senin (26/10) akan diambil dan akan disimpan di Gudang Logistik Satgas Jabar. Nantinya akan didistribusikan ke RS dan Puskesmas di kab/kota,” ujarnya, Sabtu (24/10/2020).

Menurut Arifin, dengan tambahan floacked, swab uji usap warga lebih cepat diperiksa sehingga mudah memetakan penyebaran virus maupun penanganan pasien covid-19 di Jabar.

“Kepastian hasil swab menentukan langkah selanjutnya dalam penatalaksanaan klinis. Semakin cepat tata kelola klinisnya maka akan semakin cepat tracing sehingga mencegah penyebaran covid-19, meningkatkan angka kesembuhan, dan menurunkan angka kematian,” ujar Arifin.

Menurutnya, Pemda Jabar mengapresiasi bantuan alat ini karena murni merupakan karya inovatif dalam negeri. Kandungan komponen flocked swab ini hampir 100 persen produk lokal Indonesia.

Ia menjelaskan, Divisi KLBS membawahi Sub Divisi Kerja Sama yang memiliki 8 kemitraan, di antaranya terkait pengadaan dan penyaluran bantuan pangan non tunai, pemanfaatan teknologi untuk penanganan covid-19.

“Tiga jenis kerja sama lainnya sedang dalam tahap penjajakan,” katanya.

Dalam memproduksi alat ini, lanjut dia, UI membentuk konsorsium yang terdiri dari Research Center for Biomedical Engineering (RCBE) Fakultas Teknik UI (FTUI) dan peneliti dari Fakultas Kedokteran UI (FKUI).

Baca Juga:  Pusat Al-Qur'an Ditutup di Kota Palestina Karena Covid-19

Beberapa mitra industri UI juga berpartisipasi seperti Dynapack Asia Pte Ltd, PT Chandra Asri TbK, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Ingress Malindo Ventures, PT Toyota Auto Body-Tokai Extrusion, PT Sri Tita Medika, PT Langgeng Jaya Fiberindo, dan PT Indachi Prima.

Ia menyebutkan, flocked swab HS-19 pertama dibuat Mei 2020 dan terus mengalami penyempurnaan baik dari sisi produksi maupun proses kerja.

Flocked swab made in Indonesia HS-19 ini, lanjutnya, telah diproduksi setelah melalui tahapan riset dan pengujian dari Laboratorium Mikrobiologi FKUI, untuk memastikan produk telah aman digunakan bagi tenaga kesehatan maupun pasien.

“FTUI juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung yang berada di Gedung Integrated Creative Engineering Learning Lab (i-CELL) untuk mempercepat proses purwarupa dan pengujian produk swab stick untuk komersialisasi,” kata Dekan FTUI, Dr. Hendri.(mrf)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here