Jumlah Muslim di Jepang Meningkat Dua Kali Lipat dalam Satu Dekade

42
Masjid Tokyo Camii
Masjid Tokyo Camii di Yoyogi, Tokyo Jepang. (Foto: aboutislam.net)

Madania.co.id, Jepang- Jumlah Muslim di Jepang telah meningkat secara signifikan selama satu dekade terakhir, dengan lebih banyak orang yang memeluk Islam di negara Asia Timur tersebut.

Menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda, jumlah Muslim di Jepang meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir, The Economist melaporkan.

Dilansir About Islam (10/01/21), di tahun 2010, statistik menunjukkan jumlah umat Muslim di Jepang mencapai 110.000 orang. Pada akhir tahun 2019, jumlahnya meningkat menjadi 230.000, termasuk sebanyak 50.000 mualaf Jepang.

Meningkatnya jumlah umat Islam di Jepang telah mendorong pembangunan Masjid menjadi lebih banyak, tempat beribadah yang nyaman, dan juga menyediakan restoran makanan halal di seluruh negeri.

Saat ini Jepang memiliki 110 Masjid untuk menampung jemaah Muslim, perubahan yang disambut baik, menurut Muhammad Tahir Abbas Khan, Profesor di Ritsumeikan Asia-Pacific University (APU) dan Ketua Beppu Muslim Association (BMA).

Meskipun umat Muslim telah memiliki banyak kesempatan untuk salat, tetapi mereka masih berjuang untuk menemukan tempat peristirahatan terakhir mereka.

Karena sekitar 99% orang Jepang yang meninggal akan dikremasi (dibakar), hal itu merupakan sebuah praktik yang dilarang oleh Islam.

“Jika saya mati hari ini, saya tidak tahu di mana saya akan dikuburkan,” keluh Khan.

Krisis Pemakaman 

BMA mulai mencari tempat kuburan baru hampir satu dekade lalu. Dengan mengumpulkan ¥ 60m-70m (sekitar 8-9.5 Miliar IDR), konstruksi tersebut akhirnya ditentukan.

Namun, penduduk dusun terdekat menyuarakan keprihatinan baru atas pasokan air yang kurang nyaman karena adanya pemakaman di daerah tersebut.

“Ini bukan sesuatu yang konkret, hanya perasaan saja,” kata Eto Kiyotaka, yang memprakarsai petisi menentang pemakaman yang menyebutkan “Kami tidak akan bisa minum air dengan nyaman.”

Baca Juga:  Berikut Jadwal SIM Keliling Online Kota Bandung Hari ini

Kekhawatiran itu mengabaikan bukti ilmiah tentang keamanan penguburan, kata Kawabe yang menghadapi panggilan karena mendukung Muslim.

“Mereka berkata kepada saya, ‘Kamu orang Jepang, mengapa kamu berada di pihak Muslim?’ Banyak orang yang ketakutan,” katanya.

Terlepas dari ketakutan ini, Khan mengatakan Jepang adalah “tempat yang bagus untuk hidup”.

“Kami mencoba untuk berintegrasi,” kata Khan. “Kami mengadopsi Jepang sebagai negara asal kami.”

Islam dimulai di Jepang pada 1920-an melalui imigrasi beberapa ratus Muslim Turki dari Rusia setelah revolusi Rusia.

Pada tahun 1930, jumlah pemeluk Islam di Jepang mencapai sekitar 1000 orang yang asalnya berbeda beda.

Gelombang migran lain yang meningkatkan populasi Muslim mencapai puncaknya pada tahun 1980-an, bersama dengan pekerja migran dari Iran, Pakistan, dan Bangladesh. (dzk)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here