Kebijakan OJK Dinilai Berdampak Positif Pada Perekonomian

148
Eriko Sotarduga (tengah).(Dokumentasi OJK)

Madania.co.id, Bandung – Komisi XI DPR RI mengapresiasi berbagai kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). OJK diminta terus melakukan pengembangan mendukung perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Eriko Sotarduga, di sela kunjungan kerja 18 anggota Komisi XI di Bandung, Senin (12/10). Dalam agenda tersebut, para anggota berdialog dengan OJK, Bank Indonesia, serta pelaku industri jasa keuangan dan pelaku sektor usaha Jawa Barat tentang upaya PEN.

Baca Juga:  Pendaftaran Merk UMKM Sangat Minim

“Memang sudah banyak hal-hal yang sudah dilakukan oleh OJK, itu harus jujur kami akui dan kami mengapresiasi hal tersebut. Tapi juga tidak cukup itu saja. Harus ini selalu dilakukan improvisasi, harus ini dilakukan penyempurnaan,” kata Eriko.

menurut dia, OJK harus bergerak aktif, tak hanya menunggu masukan. Dengan demikian, roda perekonomian bisa berputar lebih cepat.

“OJK ke depan harus cepat menjemput bola. Jadi tidak boleh diam saja menunggu masukan atau menunggu ada keberatan, atau menunggu complain. Tapi harus mendahului keadaan yang ada. Ini penting terutama terhadap sentra-sentra industri. Sehingga banyak tenaga kerja yang direkrut, lebih banyak orang yang melakukan usaha sesuai keinginan dan keahlian. Itu yang penting,” ujar Eriko.

Baca Juga:  Ini Dia Peristiwa Penting yang Tejadi pada 28 Agustus

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, memaparkan, pihaknya dengan cepat mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Kebijakan-kebijakan itu menggandeng serta pemerintah, Bank Indonesia, dan LPS, serta Pemerintah Daerah.

Hoesen menyebut, secara nasional hingga 7 September, kebijakan restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai Rp884,46 triliun yang diberikan kepada 7,38 juta debitur perbankan. Jumlah tersebut diterima oleh 5,82 juta pelaku UMKM sebesar Rp360,59 triliun dan 1,44 juta debitur non UMKM senilai Rp523,87 triliun. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan dari perusahaan pembiayaan hingga 29 September mencapai Rp170,17 triliun yang berasal dari 4,63 juta kontrak.(rar)

Baca Juga:  Satgas Citarum Keruk Sedimentasi untuk Antisipasi Musim Penghujan

Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here