Keutamaan Menangis Karena Khauf

174

Oleh Dr. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag

“Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati,” (QS.  Al Mukminun: 57)

MENANGIS karena rasa khauf kepada Allah SWT, bisa mengungkap segala hijab kesalahan diri. Perilaku yang diikuti rasa khauf kepada Allah akan mengarahkan seseorang untuk selalu bersikap ikhtiyat (hati-hati) dalam menjalankan aktivitas hidupnya.

Sikap ikhtiyat yang mengantarkan untuk selalu hidup bermakna di hadapan Allah SWT dan sesama makhluk.

Menangis karena takut mendapat murka Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat. Ia mampu membimbing seseorang untuk bisa belajar bersikap konsisten antara ucapan dengan perilaku. Dalam hal ini,  kadang seseorang sering melakukan tindakan yang berbenturan antara ucapan dengan perilaku. Seseorang sering berbicara ridha Allah, tetapi perilaku bermaksiat.

Ayat-ayat Allah dikumandangkan, tetapi tak pernah menembus kenyataan hidup. Malah menjalani hidup berdasarkan pijakan hawa nafsu, dan hal-hal yang melampaui batas. Padahal, sadar bahwa dirinya sebagai seorang mukmin yang harus taat pada perintah Allah SWT dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Takut (khauf) adalah salah satu atribut diri yang digunakan  hamba-hamba-Nya untuk memicu kehidupan berdasarkan ilmu dan amal, supaya bisa semakin dekat dengan Allah SWT. Takut adalah ungkapan tentang kesadaran diri atas setiap kelamahan sebagai makhluk yang diciptakan.

Takut (khauf) merupakan sikap positif seseorang yang beriman, karena khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan di masa mendatang (akhirat). Khauf-lah yang mampu menahan anggota-anggota tubuh dari mengerjakan kemaksiatan dan mengikatnya dengan ketaatan. Khauf-lah yang mampu melepaskan setiap kemungkaran dan mendekatkan diri pada setiap yang makruf.

Khauf dalam Konteks Sosial

Dalam sebuah riwayat, orang yang takut bukanlah semata menangis dan mengusap kedua matanya. Tetapi memiliki makna, seseorang yang meninggalkan apa yang dikhawatirkan dapat menjerumuskannya kepada siksaan akhirat. Untuk orang-orang yang terpelihara rasa khauf-nya—dalam beberapa wasiat alqur’an—, Allah menghimpun petunjuk, rahmat, ilmu, karunia,  kemuliaam,  anugerah, dan ridha pada mereka.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Selasa 10 November 2020

Khauf adalah berhati-hati dalam ucapan dan tindakan, agar tak bertemu dengan murka Allah SWT. Khauf adalah kesadaran diri bahwa segala sesuatu berasal dan akan kembali kepada Allah SWT. Karenanya, orang-orang yang takut kepada Allah SWT akan selalu bersegera menjalankan kebaikan-kebaikan yang diridhai oleh Allah SWT.

Bahkan takut karena Allah SWT pada konteks sosial, akan terhindar dari perilaku yang mudah memecah belah (tafaruq), perilaku memakan darah saudaranya sendiri (ghibah), perilaku cemburu buta pada kelebihan saudaranya sendiri (iri dengki), perilaku merusak kehormatan saudaranya sendiri (hasad), perilaku yang menghilangkan loyalitas (al-wala’), dan lainnya yang sifatnya merusak kehidupan.

Dalam menyikapi perkembangan situasi kehidupan hari ini yang semakin pelik, seseorang butuh waktu dan ruang menangis agar rasa khauf selalu tertanamkan dalam diri. Menangis dalam ruang keheningan untuk berkontemplasi, menjerit, dan bermunajat kepada Allah SWT penuh rasa khauf untuk terus belajar menumbuhkan kesadaran membaca kelemahan diri. Dan terus mendekat pada setiap perilaku yang diridhoi A Allah SWT.***

Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN SGD Bandung dan Pembina Yayasan Lidzikri.


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here