Mengintip Kegiatan Ekonomi Masyarakat Islam di Prancis

137
Tangkapan Layar Sharia Corner, Kamis (21/01)

SEJAK ramainya kontroversi pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron tentang islam beberapa waktu yang lalu di Indonesia. Membuat Prancis dianggap negara yang tidak toleran terhadap muslim oleh publik tanah air. Namun dibalik kontroversi dan anggapan tersebut, ternyata kegiatan ekonomi islam di Prancis masih berjalan dengan aman.

Hal ini disampaikan oleh ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Prancis, Wisnu Uriawan dalam program Sharia Corner di channel youtube madania.co.id. Wisnu bercerita bahwa kegiatan muslim di Prancis dapat berjalan seperti biasa tanpa ada gangguan, terutama kegiatan ekonomi.

Kegiatan Pasar Tradisional

Baca Juga:  Zara Mohammed Terpilih Sebagai Kepala Dewan Muslim Inggris Wanita Pertama

Salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat muslim di Prancis yaitu adanya pasar tradisional setiap akhir pekan. Pasar tradisional ini menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat seperti makanan halal, buah dan sayur dengan harga terjangkau.

“Rata-rata setiap wilayah ada community muslim, biasanya ada pasar tradisional pas weekend. Hal ini menunjukan kegiatan ekonomi dari sisi syariah mulai menggeliat, ada aktivitas muslim yang jualan.” ujar Wisnu.

Pengunjung pasar tradisional pun beragam, tidak hanya dari masyarakat muslim tetapi juga masyarakat Prancis banyak yang berkunjung untuk mendapatkan bahan makanan dengan harga murah.

Baca Juga:  Umat ​​Muslim Berkabung atas Wafatnya Nenek Tiri Barack Obama "Mama Sarah"

Terjaminnya keamanan kegiatan ekonomi masyarakat muslim di Prancis diperkuat dengan didukungnya kegiatan ekonomi ini oleh pemerintah. Para pedagang dapat berjualan dengan bebas di area dan jam yang sudah ditentukan.

“Memang sudah rutin di situ, tempatnya sudah fix cuman gak permanen, pakai tenda. Jadi mereka dibatasi jam, kayak di kita aja di Gasibu” ungkap Wisnu.

Blockhain Untuk Masyarakat Muslim

Saat ini Wisnu Uriawan Tengah menyelesaikan risetnya mengenai blockchain untuk program S3-nya di Prancis. Blockchain adalah dompet mata uang kripto yang sesuai untuk uang elektrik atau dikenal dengan bitcoin.

Wisnu mengatakan bahwa blockchain ini sedang dikaji agar bisa dikembangkan untuk dijadikan nilai tukar yang dapat diterima oleh masyarakat muslim.

Baca Juga:  Salah Ditunjuk Sebagai Pelatih NY Jets Musim 2021 di Liga Amerika NFL

“Mata uang kripto bisa menciptakan rasa aman, nyaman dan praktis saat membawa uang keluar. Membawa uang digital mengurangi risiko kejahatan,” ujarnya.

Ekonomi syariah di Prancis mulai berkembang dengan dibangunnya bank syariah yang direncanakan memiliki 20 cabang. Blockchain ini akan menjadi misi ekonomi syariah Prancis ke depannya agar masyarakat muslim lebih nyaman dalam bertransaksi dan bertukar sesuatu. (Fan)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here