MUI Imbau Muslim Tanah Air Terapkan Protokol Kesehatan dalam Iduladha 1441 H.

121
Ilustrasi (ksp.go.id)

Madania.co.id, Jakarta – Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A, mengimbau muslim tanah air untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi menjaga keselamatan bersama dari Covid-19, dalam memperingati dan menunaikan ibadah pada Iduladha 1441 H.

“Hindari kerumunan yang punya potensi untuk terjadinya penularan. Apalagi tidak disiplin menggunakan masker, menjaga jarak yang bisa menjadi masalah dalam hal kesehatan dan juga keselamatan,” kata Asrorun dalam konferensi pers di Media Center di Graha BNPB Jakarta, Selasa (28/07).

Mulai dari pelaksanaan shalat Iduladha, Asrorun mengimbau, masyarakat tetap menyesuaikan kondisi faktual di kawasannya. Dalam hal ini, menurut dia, penting bagi masyarakat untuk mengetahui risiko penularan di wilayahnya.

“Ketika kita berada di suatu kawasan yang sudah mulai terkendali, maka pelaksanaan shalat Iduladha dapat dilaksanakan di masjid secara berjamaah. Tetapi harus tetap istiqomah menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, kemudian wudhu dari rumah, membawa sajadah sendiri, menjaga jarak,” tutur Asrorun.

Baca Juga:  Kebijakan OJK Dinilai Berdampak Positif Pada Perekonomian

Lain halnya jika kawasan tempat tinggal termasuk pada kategori penularan tinggi, Asrorun menghimbau masyarakat sebaiknya melaksanakan shalat Iduladha tetap di rumah.

Di samping itu, saat akan melaksanakan shalat Iduladha, masyarakat harus memastikan kodisi kesehatan diri terlebih dahulu agar tidak membahayakan diri dan orang lain.“Kemudian juga memastikan kondisi kesehatan kita tetap fit. Ketika kita melihat bahwa diri kita sedang sakit, atau memiliki penyakit bawaan, maka sebaiknya tetap shalat di rumah saja,” tambah Asrorun.

Sementara itu, dalam rangkaian ibadah pemotongan hewan kurban, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil oleh pihak terkait untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19, di antaranya adalah: optimalisasi sarana yang telah tersedia, seperti rumah potong hewan (RPH). Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan yang biasanya terjadi saat penyembelihan hewan kurban.

Baca Juga:  Hendak Serang Mabes Polri, Satu Terduga Teroris Ditembak Mati

Kemudia, pihak yang melaksanakan kurban disunnahkan untuk menyembelih hewan kurbannya sendiri. Namun dalam kondisi seperti saat ini, penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi atau diwakilkan oleh orang yang memiliki keahlian,

Lalu. Ia menambahkan, jika terdapat hambatan untuk bekerja sama dengan RPH, maka penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di tempat biasa namun tetap pastika protokol kesehatan tetap dijalankan.

Selain menerapkan protokol kesehatan saat melakukan ibadah kurban,  Asrorun mengingatkan,  seluruh umat Islam tetap memastikan kesehatan hewan kurban agar tetap memenuhi syarat untuk bisa dijadikan kurban.

Baca Juga:  Dua Bayi Badak Jawa Lahir di Taman Nasional Ujung Kulon

“Untuk itu, kita secara bersama-sama memperhatikan juga kondisi kesehatan hewan. Hewan yang akan kita sembelih, untuk kepentingan kurban dipastikan memenuhi syarat untuk dijadikan kurban dari sisi usia, dari sisi kesehatan,” ucap Asrorun.

Proses distribusi daging hewan kurban pun, menurut dia,  menjadi perhatian dalam penerapan protokol kesehatan. Dalam hal ini, Asrorun mengimbau panitia kurban untuk menghindari antrian saat membagikan daging kurban.

“Panitia kurban, dan juga lembaga sosial yang bergerak di bidang pelayanan ibadah, pada saat distribusi jangan lagi masyarakat antri. Tetapi, panitia bergerak mendatangi mustahik untuk kepentingan distribusinya,” tutur Asrorun.(m)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here