Mutu dan Akses Pendidikan, Harus Kejar Ketertinggalan

66
Kadisdik Jabar
Kadisdik: Kejar Ketertinggalan dengan Inovasi dan Kolaborasi

Madania.co.id, Cianjur – Sasaran visi Jabar Juara dengan Inovasi dan Kolaborasi memiliki sasaran peningkatan mutu dan akses pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi mengatakan, untuk mencapai visi tersebut, diperlukan strategi agar peningkatkan mutu dan akses pendidikan di Jabar dapat tercapai.

“Strateginya banyak sekali, baik di bidang sekolah menengah atas, kejuruan maupun luar biasa, termasuk sekolah kemasyarakatan. Juga di bidang guru dan tenaga kependidikan,” tutur Kadisdik dalam acara “Tasyakur Bi Ni’Mah Yayasan Rawayan Kidang Pananjung”, Jln. Serpong, Babakan Karet, Kabupaten Cianjur, Senin (5/4/2021).

Baca Juga:  Dinkes Kota Bandung Ungkap Kendala ODF 100 Persen

Dedi menjelaskan, guru tenaga kependidikan, berarti bicara tentang kesejahteraan, jabatan, kenaikan pangkat, P3K, dan sebagainya. “Tentu itu semua menjadi bagian yang harus kita inovasikan agar kita mampu mengejar ketertinggalan,” ujarnya seraya memberikan motivasi bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk bersemangat mencapai ketertinggalan.

Hanya dengan inovasi dan kolaborasi, lanjut Dedi, maka ketertinggalan itu akan cepat kita raih. Hari ini adalah bagian dari kolaborasi. “Yayasan adalah bagian dari pemerhati pendidikan dan hal tersebut bagian dari sebuah kolaborasi yang perlu kita lakukan dalam rangka mengejar ketertinggalan,” ungkapnya, seperti dilansir website resmi disdik jabar.

Baca Juga:  Menilik Pembuatan Kertas Daluang di Studio Toekang Saeh
Jadilah Seperti Bunga

Pada sesi penyerahan bunga yang dilakukan oleh Ketua Yayasan Rawayan Kidang Pananjung, Aang Y. Sutarya dan tamu undangan lain sangat diapresiasi oleh Kadisdik. Hal tersebut mengingatkannya pada kata mutiara Imam Ali Bin Abi Thalib.

“Jadilah seperti bunga yang memberikan keharumannya, bahkan kepada tangan yang telah menghancurkan keindahannya,” ucap Kadisdik.

Pesan beliau, ungkap Kadisdik, filsafatnya sangat mendalam. Setiap cerita tentang kesempurnaan pasti bercerita tentang enak dan tidak enak. “Hidup itu sempurna dan kesempurnaan itu tidak hanya mengenal kebahagiaan. Karena, sempurnanya hidup harus mengenal bahagia dan kesedihan. Tetapi, berbahagialah yang telah menemukan kesedihan hari ini karena kebahagiaan di depan mata telah menunggu,” tutur Kadisdik.

Baca Juga:  Disdagin Kota Bandung Ungkap Penyebab Harga Tahu Dan Tempe Yang Meroket

Kadisdik pun mendorong hubungan komunikasi dan sosial tetap dijaga. “Mari tingkatkan kolaborasi. Jaga kekompakan karena dengan kekompakan kita menjadi besar. Terus tingkatkan mutu pendidikan ke arah yang lebih baik,” pesannya.(an)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here