Oded Tegaskan Pembangunan Rumah Deret Tamansari Terus Berlanjut

27
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. (Adinda)

Madania.co.id, Bandung – Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, pihaknya akan terus melanjutkan pembangunan rumah deret (rudet) kendati masih terdapat warga RW 11 Tamansari yang menolak.

Kalau dari 150 orang KK (Kepala Keluarga) dan sisanya (13 KK) menolak, kita dirasa adil untuk membangun karena sebagian besar sudah setuju,” ujar Oded di Kota Bandung, Jumat (23/10/2020).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, dari 198 KK yang terdata di kawasan Tamansari, 13 diantaranya masih menyatakan enggan untuk pembangunan rudet. Sampai saat ini, pembangunan tersebut sudah memasuki tahap satu dan direncanakan rampung pada Februari 2021.

Namun Oded kembali menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan terus melanjutkan proyek rudet tersebut. “Iya, akan terus dibangun.” Tegas Oded.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,
Kepala Bidang Perumahan DPKP3 Nunun Yanuati mengatakan, pembangunan tahap satu rudet sudah berjalan yaitu pondasi dan struktur bangunan. Menurutnya, pembangunan rudet ke depan terlebih dahulu akan mendahulukan pembangunan masjid.

“Sampai saat ini kita sedang melaksanakan pembangunan tahap satu baru pondasi dan sebagian struktur yang dibangun,” ujar Nunun.

Selain itu, Nunun menuturkan, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan tahap satu sebesar Rp 23 miliar terdiri dari Rp 13 miliar yang sudah digunakan dan Rp 10 miliar yang disiapkan untuk proses pembangunan. Pihaknya menargetkan pembangunan tahap satu dapat selesai pada Februari 2021.

“Secara keseluruhan target, kalau dana ada di 2021, selesai (pondasi dan struktur) bisa langsung mengerjakan, sebanyak 198 rumah deret akan dibangun di lokasi tersebut,” ucapnya.

Ia membeberkan kendala yang dihadapi saat proses pembangunan rudet, seperti anggaran pembangunan terkena rasionalisasi untuk penanganan covid-19. Oleh karena itu, pihaknya menyesuaikan target dengan anggaran yang tersedia untuk pembangunan.

Baca Juga:  Wisata Batu Luhur di Kaki Gunung Ciremai

“Tadi ada beberapa hal tidak sesuai rencana, pondasi dan struktur (sesuai rekomendasi) ada beberapa perubahan desain mengikuti kontur tanah dan ada permasalahan biaya karena covid-19 dan ada kendala sosial, ada warga yang masih bertahan, yang sepakat dari 198 KK sisanya hanya 13 kk yang masih bertahan lainnya sudah setuju,” bebernya.

Berdasarkan penuturan Nunun, dokumen izin mendirikan bangunan (IMB) sudah keluar pada 12 September lalu. Sedangkan sertifikat tanah masih proses pengerjaan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). (ats)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here