Organisasi Buruh Menyangkal Sebagai Pelaku Kerusuhan di Depan Gedung DPRD Jabar

342

 

Ilustrasi Demonstran menyerang barikade kepolisian saat unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja, di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung. Madania.co.id/Reza Hidayattulloh

Madania.co.id, Bandung – Organisasi Buruh menolak jika pelaku rusuh saat aksi demo, Selasa (06/10/2020) adalah dari kalangan mereka.

Juru bicara Forum Komunikasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kota Bandung dari Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 92, Hermawan menjamin massa buruh tidak terlibat pada aksi ricuh di DPRD Jabar.

“Aksi kami di Bandung dipusatkan di Balai Kota Bandung selesai pukul 17.00 WIB dan kami aspirasinya sudah diterima oleh Pemkot,” kata Hermawan saat dihubungi madania.co.id via telepon, Rabu (7/10/2020).

Selain kericuhan di DPRD, sebelumnya masa juga sempat merusak fasilitas umum di Taman Cikapayang, mobil polisi. Selain itu, massa juga sempat memblokir fly over Pasupati.

“Kemarin kami tidak ada di DPRD Jabar. Untuk di Bandung kami fokus di Kota Bandung sampai sore. Jadi kejadian di DPRD kemarin sangat jelas, termasuk menurut kepolisian juga disampaikan, tidak ada buruh dan bukan buruh serta bukan mahasiswa,” tegas dia.

Menurut Hermawan, sejak awal pihaknya sudah menyampaikan, bahwa aksi yang digelar selama tiga hari dilakukan secara tertib, aman dan tidak boleh anarkis. Tuntutannya, murni tentang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Tidak ada tuntutan lain,” tutupnya. (rar)

Baca Juga:  KAI Luncurkan Fasilitas Baru Sky Bridge di Stasiun Bandung

Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here