Parmusi Miliki Referensi Kesejarahan yang Telah Lama Mengakar

196

Ketua MPR RI:  Masyarakat Madani Mesti Menjadi Visi Perjuangan Semua Elemen Bangsa

Madania.co.id, Jakarta—Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mengingatkan semakin besarnya tantangan dalam berbangsa dan bernegara. Derasnya arus globalisasi, memunculkan fenomena terkikisnya nilai-nilai kearifan lokal oleh faham-faham asing yang tidak selaras dengan jati diri dan karakter ke-Indonesia-an.

“Hal tersebut menjadi tantangan kebangsaan yang harus dihadapi bersama,” ujar Bamsoet saat Pengukuhan Pengurus Pusat PARMUSI Periode 2020-2025 di Jakarta, Senin (29/11).

Tanpa disadari, nilai-nilai kegotong-royongan lambat-laun tergeser oleh sikap egois dan individualistis, keramah-tamahan tersisihkan oleh sikap arogansi dan mau menang sendiri serta toleransi terkikis oleh sikap ketidakpedulian dan radikalisme.

Karena itu, Bamsoet mengajak seluruh anggota Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) untuk ambil bagian dalam memasyarakatkan wawasan kebangsaan. “Baik secara internal kepada segenap keluarga besar PARMUSI, maupun kepada masyarakat Indonesia di seluruh penjuru Nusantara,” ujar Bamsoet.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Ketua Umum Pengurus Pusat PARMUSI Usamah Hisyam, Sekjen PP PARMUSI, Ir. Abdurrahman Syagaff, Anggota DPR RI Ridwan Hisyam dan para peserta Musyawarah Kerja Nasional PARMUSI.

Dalam penilaian Ketua DPR RI ke-20 ini, periode kepengurusan PARMUSI lima tahun ke depan sudah langsung dihadapkan pada sebuah tantangan berat. Pasalnya harus menjalankan amanah sebagai pimpinan organisasi pada masa keprihatinan di tengah suasana pandemi Covid-19.

Namun,  Bamsoet yakin dan percaya, jajaran pengurus yang telah terpilih adalah representasi dari kader-kader PARMUSI yang berkualitas dan dapat diandalkan untuk mampu menjawab berbagai tantangan ke depan.

“Baik tantangan untuk membangun dan memajukan internal organisasi, maupun tantangan untuk beradaptasi, bersinergi, dan berinovasi di tengah pesatnya laju perkembangan zaman,” kata Bamsoet.

Baca Juga:  Polda Jabar Ungkap Kasus Senpi Ilegal, Pelaku Belajar Ngerakit Senpi di Rusia

Wujudkan Masyarakar Madani yang Islami

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PP PARMUSI itu menambahkan, meskipun PARMUSI baru dideklarasikan pada 26 September 1999, namun sesungguhnya PARMUSI memiliki referensi kesejarahan yang telah lama mengakar dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dan sebagai sebuah ormas Islam, aspek religiusitas tentunya cukup kental mewarnai arah perjuangan, jiwa dan ruh organisasi.

“Jika kita merujuk pada rumusan visi organisasi, kentalnya aspek religiusitas dalam tubuh PARMUSI tidak kemudian serta-merta menafikan aspek kebangsaan dan kenegaraan. Visi organisasi PARMUSI mengamanatkan terwujudnya masyarakat madani yang Islami sejahtera lahir dan batin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia,” tutur Bamsoet.

Masyarakat madani, dalam konsepsi ketatanegaraan, dapat merepresentasikan beragam pemaknaan. Semisal, merujuk pada konsep civil society sebagai bentuk kontra posisi dari konsep masyarakat militer. Masyarakat madani juga merujuk pada konsep ‘tamadhun’, yaitu masyarakat yang berperadaban.

Pada prinsipnya, konsep masyarakat madani mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, persatuan dan integrasi sosial. Selain, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, toleransi, pluralisme, dan keadilan sosial.

“Konsepsi masyarakat madani tersebut semestinya menjadi visi yang diperjuangkan oleh seluruh elemen bangsa. Karena pada prinsipnya, muara yang dituju adalah harmoni dalam kebersamaan masyarakat yang beradab dan saling menghormati,” tegas Bamsoet. ***

 

 


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here