Pengertian Madani, Madania, dan Masyarakat Madani

1995
Kota Madinah Tempo Dulu
Kota Madinah Tempo Dulu (Foto: Wikipedia)

Madania.co.id – Halaman web atau situs yang sedang Anda kunjungi ini bernama Madania dengan url atau alamat web madania.co.id (portal berita Jawa Barat, Indonesia, dan dunia Islam).

Kata  mandania –yang menjadi nama situs dan nama domain situs web ini– berasal dari kata madaniyah atau madani.

Dalam bahasa Arab dan literatur Islam, kata madaniyah  digunakan untuk menyebut ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Madinah atau diturunkan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Yatsrib yang dimulai dengan benama Madinah al-Munawarah.

Pengertian Madani

Secara bahasa, kata atau istilah  madani yang berkaitan dengan hak-hak sipil; berhubungan dengan perkotaan; menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, sains, dan teknologi yang berperadaban ( KBBI Daring ).

Dalam bahasa Inggris, istilah yang berarti dengan madani adalah peradaban yang berarti “keadaban” atau “kesopanan” dan peradaban (sivilisasi) yang berarti “peradaban”.

Kata madani sendiri berasal dari bahasa Arab, dana-yadinu , yang dimaksud dan patuh, yaitu patuh pada norma, nilai, atau aturan yang berlaku, aturan khusus agama ( din ).

Ar-Razi dalam Mukhtar sebagai Shihah mengutip , kata madani berasal dari bahasa Arab mdn yang berarti “menempatkan suatu tempat”.

Dari kata inilah kemudian disusun kata madinah yang berarti kota atau tempat tinggal kumpulan orang. Lawan katanya adalah al-badiyah yang artinya “kehidupan yang masih nomaden”.

Kata madani dalam bahasa Arab yang menunjukkan arti sifat yang dimiliki orang kota ( min ahlil madinah ).

Dalam perkembangannya, kata madani digunakan oleh orang Arab untuk menerjemahkan istilah Inggris, peradaban yang artinya beradab ( beradab ).

Kata  madani Beroperasi Istilah Berasal Dari kata Arab al-madaniyah ATAU  tamaddun Yang artinya “Peradaban”.

Secara etimologis kata madinah (المدینه) berarti “kota”. Terjemahan modern dalam bahasa Arab masyarakat sipil adalah al-mujtama ‘al-madani .

Secara historis, istilah madani diterjemahkan pada ”kota Nabi” di Arab Saudi yang semula bernama Yatsrib.

Nama Yatsrib diubah oleh Nabi Muhammad menjadi Madinah setelah 10 tahun berada di kota ini karena ia bersama kaum muslimin hijrah (pindah) dari kota Mekah.

Nama panjangnya adalah Madînatun Nabî yang berarti “kota Nabi” atau al-Madinah al-Nabawîyah (Kota Kenabian).

Nama lainnya adalah  al-Madinah al-Munawwaroh (المدينة المنورة) yang artinya “kota yang memperbaiki” atau “kota yang bercahaya”.

Pengertian Masyarakat Madani

Dari kata madani kemudian muncul istilah “masyarakat madani”. Dalam bahasa Inggris, masyakat madani disebut civil society yang artinya ” masyarakat yang berperadaban”.

Dalam konteks Islam, masyarak madani adalah masyarakat yang patuh pada aturan  din, yaitu Islam, yang disetujui masyarakat Madinah khusus di bawah kepemimpinan langsung Nabi Muhammad Saw.

“Beradab” dalam Islam adalah patuh pada aturan Allah SWT, yaitu syariat Islam.

Sirrah Nabawiyah menunjukkan, Nabi Saw membangun masyarakat, kota, dan negara Madinah melalui tiga pilar, yaitu masjid, ukhuwah (persaudaraan), dan peraturan.

Dengan pilar pertama (masjid), Nabi Saw menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam. Dengan begitu, semua aktivitas umat dirancang dari rumah Allah (masjid), menyetujui aturan-Nya (syariat Islam), dan tujuan akhir keridhoan-Nya.

Dengan pilar kedua (ukhuwah), Nabi Saw berhasil mempersaudarakan kaum muhajirin (yang pindah dari Mekah) dan anshar (penduduk asli Madinah) dalam konsep yang dikenal dengan  ukhuwah Islamiyah  (persaudaraan sesama muslim).

Melalui pilar ketiga (Peraturan), Nabi Saw mempersaudarakan sekaligus mempersatukan semua warga Madinah –muslim dan nonmuslim– dalam peraturan yang dikenal dengan Piagam Madinah atau Shahifatul Madinah (صحیفة المدینه).

Piagam Madinah – juga dikenal dengan sebutan “Konstitusi Madinah” – adalah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad Saw yang berisi perjanjian antara beliau dan kaum muslim dengan semua suku di Yasthrib.

Sejarawan dan sosiolog Robert N Bellah menyebut Piagam Madinah sebagai konstitusi termodern di zamannya atau konstitusi pertama di dunia.

Demikian pengertian madani, madania, dan masyarakat madani. (Mel/dari berbagai sumber). *

Baca Juga:  Rapat Perdana Tim Redaksi Madania.co.id

Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here