Pengurangan Risiko Bencana di Cagar Budaya pun Perlu Dilakukan, Ini Alasannya

64
Kota Bukittinggi.(Foto: kemendikbud)

Madania.co.id, Padang –  Bukittinggi merupakan salah satu dari 30 kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai Kota Pusaka.

Kota ini memiliki banyak bangunan dan nilai budaya yang bersejarah, Kota Pusaka ini juga berada di daerah rawan bencana dengan risiko tinggi.

“Bukittinggi ini punya banyak bangunan dan nilai budaya yang bersejarah, tapi sayangnya juga berada di daerah risiko bencana tinggi. Kita harus pikirkan bagaimana menjaga aset-aset itu dari ancaman bencana,” kata Plt Deputi Bidang Sistem dan Perencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Raditya Jati, saat bertemu dengan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, pada Rabu (31/3).

Baca Juga:  Berpetualang di Penangkaran Rusa Rancaupas

Kebanyakan masyarakat yang tinggal di sekitar cagar budaya itu, lanjut dia, menggantungkan hidupnya dari kegiatan pariwisata di tempat tersebut.

Karenaitu, menirut dia, perlindungan, penguatan, dan pengurangan risiko bencana di cagar budaya perlu dilakukan.

Upaya penanggulangan bencana, katanya, harus sejalan dengan pembangunan.

Investasi dalam hal penguatan infrastruktur cagar budaya yang tahan bencana juga penting untuk dilakukan.

Baca Juga:  Dinkes Kota Bandung Gelar Simulasi Vaksinasi Covid-19

Hal ini akan berdampak langsung dengan perekonomian masyarakat ke depannya.

“Kalau cagar budaya itu hancur terkena bencana, maka rekonstruksi dan rehabilitasinya akan memakan biaya yang besar. Bahkan warisan budaya bisa hilang karena bencana tersebut. Lebih baik disiapkan infrastruktur yang baik agar tidak perlu mengalami kerugian,” ujar Raditya.

Hal serupa juga disampaikan Marfendi.

Bukittinggi, menurut dia, memiliki banyak sekali cagar budaya tapi sayangnya tidak pernah dilakukan inventarisir dan pemetaan bahayanya.

Baca Juga:  Awalnya Gun Gun Ingin Jadi Dokter, Takdir Menjadikannya Pejabat Publik

“Banyak sekali cagar budaya di Bukittinggi yang seharusnya bisa didaftarkan ke UNESCO. Sayangnya, kita masih kurang melek terhadap sejarah,” kata Marfendi.

Ia berharap, dengan pertemuan ini, BNPB dapat membantu memperkuat ketahanan cagar budaya di Kota Bukittinggi.

“Kami sangat berharap BNPB dapat membantu kami untuk memperkuat aset-aset warisan budaya yang kami miliki agar tidak hilang karena ancaman bencana,” kata Marfendi.(m)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here