Penjualan Bendera Merah Putih Sepi, Terdampak Covid-19

116
SANDI SULAIMAN (42), pedagang bendera merah putih sedang mempelajari barang dagangannya di trotoar jalan Al – Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung pada Jumat, 14 Agustus 2020 (Foto: A. Mudzakir)

Madania.co.id, Bandung Pedagang bendera, umbul – umbul, dan pernak – pernik untuk dijadikan dekorasi sebagai peringatan ulang tahun ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia ke, tampak berjajar di trotoar jalan Al – Fathu Soreang, Kabupaten Bandung, pada Jumat , 14 Agustus 2020.

Pedagang ini memanfaatkan ruas trotoar di sepanjang jalan Al – Fathu Soreang untuk memajang barang dagangannya, seperti bendera dari ukuran kecil, sedang, hingga yang paling besar sepanjang dua puluh meter. Kisaran harga pun bermacam-macam, dari yang paling murah Rp 25.000 hingga yang paling mahal Rp 200.000. Harga tersebut tergantung jenis kain dan ukurannya.

Salah seorang pedagang, Sandi Sulaiman (42) saat diwawancarai Madania.co.id mengatakan, sudah sering berjualan di jalan Al-Fathu, setiap tahun menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Sandi sudah menjadi pedagang bendera merah putih sejak tahun 2009.

Tahun ini, Sandi memulaiberjualan bendera merah putih sejak 2 Agustus 2020.

Setelah 12 hari berjualan, pembeli baru sekitar 7 pembeli yang membeli dagangannya. Selama sebelas tahun menjadi pedagang dibandingkan tahun sebelumnya di jalan Al – Fathu, Sandi mengatakan, tahun ini adalah tahun yang paling sepi pembeli dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Penjualan tahun ini menurun drastis, kurang lebih sekitar sembilan puluh persen dari tahun-tahun sebelumya, biasanya sehari bisa laku sepuluh, tahun ini udah jalan 12 hari baru laku tujuh bendera,” ujar Sandi.

Sandi, dmenduga pandemi covid-19 menjadi penyebab utama penjualan bendera merah putih sepi pembeli. “Karena pembeli juga masih banyak yang takut sama virus (covid-19), jadinya banyak yang pakai bendera lama. Beli yang baru, terus biasanya sekolah-sekolah beli, sekarang libur, kantor juga biasanya banyak, tapi tahun ini sepi, “tuturnya.

Sandi berharap, penyebaran covid-19 terus menurun, dan barang dagangannya habis agar dia bisa pulang ke kampung halamannya di Garut dengan membawa hasil. Ia juga menuturkan akan tetap berjualan setiap hari di trotoar jalan Al – Fathuhingga tanggal 17 Agustus 2020.

“Mau tidak mau harus tetap berjualan, bisa pulang ke Garut, Saya berharap semoga cepat laku, Saya akan tetap mencoba berjualan sampai tanggal 17 Agustus,” katanya, seraya  berharap perkantoran baik swasta maupun pemerintah memborong dagangannya. (Mzk)

Baca Juga:  Puji Kapolda Jabar, Ridwan Kamil: Bagi Saya Kinerjanya Luar Biasa

Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here