Petugas Medis di Jalur Gaza Kelelahan Rawat Korban Konflik di Tengah Pandemi Covid-19

294
Petugas Medis di Jalur Gaza
Petugas Medis di Jalur Gaza (istimewa)

Madania.co.id, Gaza – Tenaga kesehatan di sejumlah Rumah sakit di Jalur Gaza makin kelelahan merawat korban konflik antara Israel dan Palestina yang terus memanas. Petugas Medis di Jalur Gaza yang sejak awal pandemi sudah kelelahan, kini harus bekerja ekstra keras merawat Pasien Covid-19 dan para korban. Di Rumah Sakit Indonesia di Gaza, korban dilaporkan memenuhi lorong-lorong, setelah bom berjatuhan di sekitar lokasi.

“Sebelum ada serangan militer, kami sudah serba kekurangan dan nyaris tidak sanggup menghadapi gelombang kedua Corona,” sebut pejabat Kementerian Kesehatan Gaza Abdelatif al-Hajj, seperti dilansir euronews baru-baru ini.

Sejak awal Pandemi Covid-19 mewabah, Rumah Sakit di Jalur Gaza. Di tengah ancaman gelombang kedua Corona, rumah sakit makin terbebani akibat kebanjiran pasien korban konflik

Baca Juga:  Pertama di Indonesia, Kota Bandung Implementasikan Teknologi IoT

Sejauh ini, kata dia, sudah lebih dari 580 orang warga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka, dengan 113 orang di antaranya meninggal dunia akibat serangan udara tentara Israel.

“Sekarang korban berdatangan dari segala arah, di mana kondisi mereka sudah benar-benar kritis. Saya khawatir akan terjadi kolaps secara total,” lanjutnya.

Baru akhir bulan lalu kasus harian Corona dan kematian di Jalur Gaza mencetak rekor tertinggi. Tes yang terbatas hanya bisa memantau lebih dari 105.000 kasus yang terkonfirmasi positif, dan 976 kematian karena Covid-19.

Hingga kini korban tewas akibat serangan Israel ke Palestina pun terus bertambah. Sampai berita ini diturunkan, Petugas Medis di Jalur Gaza mencatat ada 113 warga Palestina di Gaza meninggal dunia.
Korban Bertambah

Sementara itu, Kantor berita Aljazeera melaporkan, terbaru seorang perempuan dan tiga putranya tewas akibat gempuran udara Israel. Kematian itu menambah jumlah kematian di Palestina mencapai 122 orang, di mana 31 di antaranya merupakan anak-anak.

Baca Juga:  Photo's Speak Pamerkan 62 Karya Foto Bertajuk Paradigma

Bertambahnya korban jiwa di Palestina disebabkan makin masifnya gempuran udara Israel. Warga Palestina menandai hari pertama Idulfitri pada Kamis 13 Mei di bawah pemboman udara tanpa henti. Lebih dari 900 orang lainnya terluka.

Serangan Israel itu juga terus berlanjut hingga hari ini, dengan gempuran udara dan peluru artileri. Aksi tersebut menunjukkan sikap Israel yang mengabaikan seruan internasional untuk tenang.

Baca Juga:  Tragis! Bom Meledak saat Upacara Al-Qur'an di Afghanistan

Tak hanya terus membombardir Palestina, Israel juga disebut meningkatkan pengerahan pasukan dan tank di dekat wilayah Palestina.

Dilaporkan, pada pukul 00.10 GMT pada Jumat, pasukan Israel berkumpul di perbatasan. Namun tidak ada serangan darat yang terjadi. “Operasi darat membutuhkan banyak persiapan dan banyak pasukan,” katanya.

Tercatat, kemungkinan jumlah tank, artileri dan pasukan untuk memasuki Gaza belum mencukupi. Pada sisi lain tentara Israel membantah, serangan darat telah dimulai. Enam warga dan satu warga India dilaporkan tewas.

Tentara Israel menyatakan, ribuan roket telah ditembakkan dari Gaza ke berbagai lokasi di Israel dan mereka telah menambahkan bala bantuan di dekat tanah timur wilayah tersebut.(an)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here