Polisi Berhasil Amankan Sejuta Pil Obat Keras Ilegal

115
Rumah produksi obat keras ilegal. (Ridwan)
Rumah produksi obat keras ilegal. (Ridwan)

Madania.co.id, Bandung – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat berhasil mengamankan obat keras sejumlah 1.050.000 buah pil setelah menggerebek rumah produksi di Komplek Kopo Permai, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Obat keras yang diduga berjenis Triheksifenidil (Trihexyphenidyl) ini termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya dan konsumsinya memerlukan resep dokter.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat mengatakan obat ini dapat menyebabkan orang menjadi tidak sadar, atau bisa dikatakan obat penenang.

Baca Juga:  Polisi Amankan Enam Pengguna Narkoba dalam Penggerebekan Pesta Ulang Tahun CDJ School Bandung

“Dapat juga digunakan untuk mengobati gejala penyakit Parkinson atau gerakan lainnya yang tidak bisa dikendalikan, yang disebabkan oleh efek samping dari obat psikiatri tertentu,” ujarnya, Jumat (24/7/2020).

Selain mengamankan sejumlah pil, polisi juga mengamankan 7,9 kilogram bahan utama Triheksifenidi, dan 44 karung berisi serbuk yang diduga sebagai bahan baku yang mengandung kimia.

Baca Juga:  Sat Narkoba Polres Cimahi Tangkap Pembuat Ganja Sintetis

Selain itu, tersangka bernama Sarman, Kholik, Rahmat, dan Tanto ikut diamankan kepolisian. “Berdasarkan info dari Sarman, kita datangi TKP di sini, ditemukan ada satu unit mesin cetak tablet yang ukurannya besar, sehari bisa menghasilkan hingga 200 ribu pil tablet berbahaya,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, kasus ini bermula dari penyelidikan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Jawa Barat hingga berhasil menangkap Sarman di Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung.

Baca Juga:  Begini Strategi BNN Berantas Narkoba

“Setelah berhasil menangkap Sarman lalu kami kembangkan hingga menemukan tersangka lain dan dua tempat produksi. Selain di Kabupaten Bandung, tempat produksi lainnya berada di Jalan Melong, Kota Cimahi,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 196 jo Pasal 197 Undang-Undang UU RI. No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tersangka terancam hukuman makasimal 10 tahun penjara. (mrf/T)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here