Politisi Dapat Menjadi Salah Satu Penyebab Stress Harian

41
Source: pixabay

BEBERAPA bulan ke belakang dunia menjadi gaduh karena kedatangan virus covid-19, pandemi yang muncul secara tiba-tiba membuat dunia menjadi kalang kabut mencari solusi untuk menyelesaikannya.

Segala macam anjuran, kebijakan dan aturan dibuat pemerintah di berbagai belahan dunia untuk menangani pandemi.

Banyaknya perubahan kebijakan dan melesetnya prediksi yang diungkapkan membuat masyarakat menjadi semakin cemas dan stres.

Belum selesai masalah pandemi, masyarakat juga harus menghadapi kegaduhan akibat politik yang mulai memanas. Pro-kontra terjadi di tengah-tengah masyarakat yang bimbang bagaimana menghadapi covid-19, panasnya politik dan masalah harian.

Dengan berbagai kegaduhan yang terjadi, bagaimana hal itu dapat berpengaruh terhadap masyarakat?

Politik dan Pemerintah dapat Menjadi Penyebab Stress

Sebuah survei berskala luas yang dirilis oleh Robert Wood Johnson Foundation tentang prevalensi dan penyebab stress di Amerika Serikat menyebutkan bahwa secara keseluruhan 86 persen orang Amerika mengatakan mengalami stress dan 25 persen mengatakan bahwa mereka telah mengalami stress yang hebat.

Kehidupan yang penuh tekanan dan masalah kesehatan menjadi penyebab paling besar. Survei tersebut juga menanyakan tentang stress harian yang lebih kecil seperti perasaan kesal yang dapat membuat hari semakin sulit.

Jawaban yang didapatkan adalah mendengar apa yang dilakukan pemerintah atau politisi menjadi pemicu stress harian yang paling sering dalam hidup mereka. Hal ini menjadi penyebab yang lebih tinggi dibandingkan gangguan biasa seperti kemacetan saat pergi atau pekerjaan rumah.

Robert Blendon, seorang professor kebijakan kesehatan dan analisis politik di Harvard dan salah satu penulis penelitian menanggapi hal ini,

“Pertama, sifat berita menjadi jauh lebih konfrontatif dalam peliputan domestik dan internasional, kedua kami juga berada pada titik tidak mempercayai lagi politisi, melihat mereka di berita membuat stress bagi sebagian orang” ujarnya dilansir dalam washingtonpost.com

Baca Juga:  Berikut Jadwal SIM Keliling Online Kota Bandung Hari ini

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa masyarakat jenuh dengan liputan 24 jam tentang pemerintah dan politisi.

Banyaknya pemberitaan mengenai pemerintah dan politisi memicu perasaan negatif, sehingga wajar jika mereka muncul di layar membuat masyarakat mengalami berbagai emosi negatif seperti frustasi, marah, bahkan stress.

Mengetahui informasi terkini mengenai keadaan negara merupakan hal yang bagus, namun agar tidak memicu munculnya perasaan negatif, menjaga jarak dengan pemberitaan negatif dan mengurangi asupan informasi dapat dilakukan untuk mengatasi stress akibat politik. (Fan)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here