Presiden Macron Minta Para Pemimpin Muslim Prancis untuk Membuat Piagam ‘Islam’ sebagai ‘Agama Non-Politik’

31
Presiden Prancis, Emmanuel Macron
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Foto: english.alaraby.co.uk)

Madania.co.id, Prancis- Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah meminta para pemimpin komunitas Muslim Prancis untuk membuat piagam yang menetapkan bahwa Islam merupakan agama, bukan gerakan politik.

Macron telah memberi tahu para pemimpin Muslim Prancis untuk membuat piagam dalam waktu 15 hari untuk mengakui bahwa Islam sebagai agama non-politis, seperti dilansir TheNewArab (19/11/20).

Presiden Macron mengadakan diskusi pada Rabu malam (18/11/20) dengan beberapa perwakilan Islam, meminta mereka membuat “Piagam Nilai Republik” yang harus dipatuhi oleh Dewan Keyakinan Islam Prancis, lapor France24 dalam bahasa Arab.

Macron mengatakan piagam itu harus mencakup penegasan nilai-nilai Prancis, dengan spesifikasi bahwa Islam di Prancis adalah agama, bukan gerakan politik serta mengakhiri segala campur tangan atau afiliasi dengan negara asing.

Pertemuan tersebut mencakup diskusi tentang pembentukan Dewan Imam Nasional yang akan bertanggung jawab atas persetujuan Ulama Muslim di negara tersebut.

Ketua Dewan Agama Islam Prancis, Mohamed Mousavi dan Dekan Masjid Paris, Shams El Din Hafez menghadiri pertemuan tersebut, di samping perwakilan dari sembilan federasi yang membentuk Dewan Agama Islam Prancis (CFCM).

CFCM adalah badan yang dipilih secara resmi yang berfungsi sebagai jalur komunikasi dengan pemerintahan Prancis dalam segala jenis kegiatan keagamaan Muslim.

Presiden Macron mengatakan kepada para undangan bahwa perlu untuk “keluar dari kebingungan ini”, karena yakin beberapa dari mereka memiliki posisi yang ambigu/kurang jelas dalam masalah ini.

Macron juga memperingatkan bahwa “jika beberapa diantaranya tidak menandatangani piagam ini, maka kami akan menarik kesimpulan.”

Dewan Imam yang baru dibentuk tidak hanya akan dapat memberikan izin kepada para imam, tetapi juga akan memiliki wewenang untuk mencabut izin tersebut jika mereka melanggar “Piagam Nilai Republik” tersebut.

Baca Juga:  Pengungsi Bocah Sudan Berusia 16 Tahun Terdampar di Pantai Prancis

Bergantung pada peran para imam, mereka harus mumpuni serta memiliki kefasihan tertentu dalam bahasa Prancis dan memiliki kualifikasi akademik tingkat universitas.

Macron berharap, dengan dibentuknya Dewan Imam Nasional, dapat menghapus kehadiran 300 imam asing dari Turki, Maroko, dan Aljazair dalam waktu empat tahun.

Langkah ini dilakukan setelah Macron mendapat banyak kecaman dari berbagai belahan dunia, atas kebijakan kontroversialnya seperti Islamisme, Islam dalam krisis, Islamofobia serta mendukung karikatur Nabi Muhammad.

Protes terhadap Macron atas Islamofobia meletus di seluruh dunia Muslim, termasuk Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, Mali, Mauritania, Lebanon, Yaman serta berbagai negara muslim lainnya.

Para pemimpin dunia juga mempertimbangkan masalah ini, termasuk para piminan negara Arab serta Presiden Turki Recept Tayyip Erdogan. (dzk)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here