Presiden Turki Mengatakan Umat Muslim Harus Saling Melindungi dari Terorisme

41
Muslim
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: iqna.ir)

Madania.co.id, Turki- Muslim di seluruh dunia harus melindungi komunitas mereka dari bahaya seperti terorisme dan rasisme, yang mengancam untuk menjatuhkan komunitas Islam dari dalam, kata Erdogan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara pada Selasa(20/10/20), melalui tautan video pertemuan Organisasi Kerjasama Islam yang didukung oleh Direktorat Urusan Agama Turki, dilansir iqna.ir.

“Rasisme, nasionalisme, sektarianisme (pembela suatu sekte/kepercayaan) dan khususnya gangguan teror telah menjadi masalah yang dapat menyebabkan jatuhnya dunia Islam dari dalam,” ungkap Presiden Turki tersebut.

“Rata-rata 1.000 Muslim di seluruh dunia menjadi korban teror bahkan kekerasan setiap hari,” kata Erdogan.

“Sebagai Muslim, kami menghadapi banyak masalah kompleks seperti teror, kelaparan, dan ketidaksetaraan karena ketidaktahuan dan konflik rumah tangga,” tambahnya.

Dia meminta anggota OIC (Organisasi Kerja Sama Islam) untuk tidak pernah membiarkan argumen politik mengeruhkan pemahaman kita tentang Ummah (Komunitas Muslim) atau merusak persekutuan di antara kita.

Kebanyakan masalah yang dihadapi umat Islam dalam kehidupan bersosial adalah karena kesalahpahaman dan pengajaran Islam yang kurang tepat.

Erdogan menekankan perlunya untuk membentuk ikatan yang kuat dan teguh antara universalitas agama kita dan realitas kehidupan sehari-hari.

Kecam Kebijakan Negara Barat

Erdogan juga mengecam beberapa kebijakan negara Barat mengenai Islamofobia, mereka menggunakan langkah tersebut agar menjadi alat yang berguna untuk menutupi kegagalan mereka sendiri.

“Contoh terbaru dari hal ini adalah istilah ‘Islam Prancis’, ‘Islam Eropa’, dan ‘Islam Austria’ menjadi sorotan,” katanya.

Istilah-istilah semacam itu terutama yang dilakukan oleh Presiden Prancis, Macron sebenarnya dimaksudkan untuk menargetkan Islam dan Muslim, kata Erdogan.

Para pemimpin Turki mengecam pidato Macron pada 2 Oktober yang mengklaim bahwa Islam sedang “dalam krisis”.

Baca Juga:  India tak Menganggap Kaum Dalit, Muslim, dan Tribal

Sebenarnya hal itu mendorong Islamofobia yang dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian orang-orang dari kegagalannya sendiri.

Erdogan lebih lanjut menekankan bahwa ada upaya untuk “membangun sistem anti-Islam di mana agama hanya dipraktikkan di rumah dan tidak boleh diterapkan untuk prinsip dan simbol agama di jalan, tempat kerja, pusat kota, atau kehidupan sosial.”

“Serangan sistematis dari luar dan dari dalam dengan cara mengatur serangannya dari dalam tidak akan pernah menembus semangat agama kami,” tambahnya. (dzk)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here