Puluhan Desa di Tiga Kecamatan di Garut Terdampak Banjir

24

 

Ilustrasi. Antrean Kendaraan pasca banjir.(bnpb)

Madania.co.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan Kabupaten Garut, terdampak banjir akibat luapan Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk. Peristiwa Senin (12/10) itu terjadi pukul 04.30 WIB.

Saat ini Banjir telah surut di wilayah terdampak meski menyisakan material lumpur.

“Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut hingga per hari ini 14/10/2020), tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cikalet, dan Kecamatan Cibalong. Wilayah desa yang paling banyak terdampak di Kecamatan Pameungpeuk,” kata Kepala Pusat Informasi dan Konunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Radiya Jat, dilansir situs resmi BNPB, Kamis (15/10/2020).

Data penyintas hingga hari ini, lanjutnya, berjumlah 238 KK. Sedangkan total populasi terdampak 2.779 KK atau 9.177 jiwa.

Ia menyebutkan, hasil penilaian sementara kerugian materiil berupa rumah rusak berat (RB) 136 unit, rumah rusak sedang (RS) 197, rumah rusak ringan (RR) 613 dan 2.180 rumah terendam.

Menurut Raditya, kerugian juga menimpa fasilitas publik, yakni tempat ibadah RR 25 unit, fasilitas Kesehatan RR 10unit, fasilitas pendidikan 12 (masih dikaji tingkat kerusakannya), jembatan RB 18.

“Di samping itu, kerusakan juga teridentifikasi pada ruas jalan di 12 titik,” ujar dia.

Kondisi cuaca pada sore harinya , sekitar pukul 16.30 WIB, lanjut dia, tampak cerah berawan.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG), lanjut dia pula, dua hari ke depan, 15-16 Oktober 2020, wilayah Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.

Sementara itu, katanya, berdasarkan Info BMKG di tiga kecamatan tersebut cuaca terpantau cerah hingga hujan ringan untuk dua hari ke depan.

Baca Juga:  Polda Jabar Temukan 17 Kasus Penyelewengan Dana Bansos

Memasuki musim penghujan dan potensi cuaca ekstrem yang dipicu fenomena La Nina, ia mengimbau masyarakat waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

Ia menyebutkan, BNPB dan BPBD mendorong kesiapsiagaan di tingkat keluarga untuk mengenali dan mengidentifikasi bahaya di sekitar sehingga risiko dapat dikurangi.

Kabupaten Garut, menurut dia, termasuk wilayah dengan kategori kelas sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir.

“Sekitar 30 kecamatan teridentifikasi pada kategori tersebut dengan jumlah potensi populasi terpapar mencapai 209.139 jiwa.(m)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here