Puluhan Ribu KK Korban Banjir di 11 Kecamatan Kabupaten Kapuas Hulu, Selama Seminggu

60
Banjir di Kapuas Hulu.(bnpb)

Madania.co.id, Jakarta – Banjir masih merendam 11 Kecamatan dari 23 kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sejak sepekan lalu, seperti dilaporkan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari lokasi kejadian, Minggu (20/9).

Sebelas kecamatan yang masih terdampak banjir akibat luapan sungai Kapuas itu meliputi Kecamatan Putussibau Utara, Putussibau Selatan, Kecamatan Bika, Kalis, Kecamatan Embaloh Hilir, Bunut Hilir, Jongkong, Suhaid, Kecamatan Semitau, dan Kecamatan Silat Hilir.

Sementara itu, jumlah keseluruhan korban jiwa tercatat ada 27.788 KK atau 98.649 jiwa. Sedangkan kerugian materiil mencakup 13.091 unit rumah yang terendam banjir dengan TMA 40-300 sentimeter.

Hingga saat ini, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, menyebutkan, warga memilih menempati bagian atas rumah, karena rata-rata mereka tinggal di rumah panggung.

ia menyebutkan, guna membantu percepatan penanganan darurat banjir, BNPB melalui Tim Pusdalops BNPB turun ke lapangan mendampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu.

Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi, Pusdalops BNPB, Gatot Satria Wijaya, bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan, kemarin meninjau Desa Nanga Embaloh di Kecamatan Embaloh Hilir untuk kaji cepat dan mengumpulkan data serta informasi.

Dari data yang diperoleh Tim Pusdalops BNPB, warga Desa Nanga Embaloh yang terdampak ada mencapai 372 KK dan sedikitnya 300 unit rumah terendam banjir dengan TMA 100 sentimeter.

Selain itu, bnpb.vo.id melansir, sarana dan prasarana umum yang masih terdampak meliputi 3 bangunan sekolah (SD, SMP, SMA), 1 Puskesmas, 1 Kantor Korem, 1 Masjid, 1 Gereja, 1 Posyandu, Kantor Desa Nanga Embaloh dan Kantor Camat Embaloh Hilir.

Tim Pusdalops BNPB akan terus mendampingi BPBD Kabupaten Kapuas Hulu dalam merancang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) dan membantu Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu termasuk penerbitan SK Tanggap Darurat Bencana, terhitung 13-27 September 2020.

Baca Juga:  UPDATE – Lebih dari 3.000 Keluarga Mengungsi Pascabanjir Bandang Luwu Utara

Sementara itu, kebutuhan yang mendesak yaitu kebutuhan dasar sandang dan pangan serta yang segala sesuatu guna mendukung kegiatan kelancaran untuk posko darurat. Air bersih dari PDAM di Ibu Kota Kapuas Hulu masih dalam perbaikan, sedangkan kondisi di Ibu Kota Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu mulai berangsur pulih.(m)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here