Rencana Pembukaan Bioskop Tuai Kritik

79
Rencana Pembukaan Bioskop tuai Beragam Kritik
Pekerja mempersiapkan tanda jarak fisik (Sumber: trenasia.com)

Madania.co.id, Bandung – Rencana dibuka kembalinya bioskop pada 29 Juli 2020 mendapatkan banyak sorotan dari berbagai pihak.

Hal tersebut dikarenakan masih tingginya jumlah pertumbuhan kasus positif corona di Indonesia, termasuk di Kota Bandung.

Dilansir dari covid19.bandung.go.id dengan update pertanggal 10 Juli 2020 pukul 21:32. Kota Bandung tercatat sebanyak 418 orang dinyatakan positif Covid-19.

Dilansir dari laman prfmnews.com, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari, mengatakan, pembukaan tempat hiburan dilakukan secara bertahap. Selain itu, pihaknya akan meninjau tingkat kesiapan pengelola.

Menrut Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin, rencana pembukaan bioskop berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020, serta Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 02/KB/2020.

Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Erlina Burhan, dilansir dari cnbcindonesia.com menilai, keputusan dibukanya bioskop belum tepat mengingat dua hari terakhir Indonesia mengkonfirmasi adanya kenaikan kasus positif baru sebanyak 4.510.

“Kita ‘kan tahu bioskop ruangannya tertutup, walau akan dijaga jarak, saya khawatir ini akan terjadi kerumunan baru bertambah,” ujarnya.

Selain adanya kekhawatiran adanya kerumunan baru, pakar epidemologi, Pandu Riono, menilai dibukanya bioskop cukup rentan akibat sirkulasi udara dalam ruangan bioskop tidak bisa dipastikan berjalan dengan baik.

“Kalau diterapkan protokol 3M, pakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, risiko (penularan) rendah, tapi tidak terlalu rendah, karena di ruang tertutup jadi sirkulasi udaranya perlu dipastikan bagus,” ujarnya kepada detikcom.

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, menyatakan menonton film di bioskop masuk dalam aktivitas berisiko tinggi terhadap penularan corona.

Baca Juga:  Kota Sukabumi Zona Hijau Corona Pertama di Jawa Barat

Kendati demikian, rencana pembukaan bioskop belum benar-benar final. GPBSI akan tetap melihat perkembangan terbaru terkait penularan Covid-19.

“Kalau angka penularan covid-19 malah semakin meningkat, kita akan mengundur kembali tanggal kembalinya bioskop beroperasi,” ujar Djonny. (IM).*

 


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here