Riset Kampus untuk Menangkal Covid-19 Mulai Membuahkan Hasil

83

Oleh : Teguh R

SEPULUH bulan sudah pageblug Covid-19 meluluhlantakkan sendi sosial dan ekonomi, di Indonesia. Banyak yang sudah diperbuat untuk melawan virus ini, mulai dari pembatasan sosial hingga riset-riset untuk mencegah penyebarannya.

Sementara semua pihak menunggu obat atau vaksin untuk melawan Covid-19, kalangan akademisi dan periset kampus juga tak tinggal diam.

Biarlah urusan membuat vaksin diserahkan kepada pemerintah pusat melalui Bio Farma atau kebijakan impor , membeli dari asing. Urusan pencegahan Covid tidak hanya soal vaksin, namun upaya deteksi dini agar penyebaran bisa diminimalisir jiga menjadi hal sangat penting.

Inilah yang dikerjakannoleh periset dari sejumlah perguruan tinggi. Di Bandung, Universitas Padjajaran (Unpad) ikut melakukan sejumlah riset dan membuahkan hasil.

Belum lama ini sebanyak 26 ribu produk Viral Transport Medium Universitas Padjadjaran (VitPAD), sebuah media penyimpanan sampel pemeriksaaan swab Covid-19 karya peneliti Unpad, telah didistribusikan ke seluruh Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan hibah untuk mendanai pembelian VitPAD dan mendistribusikannya ke seluruh RSP di bawah naungan Kemendikbud.

VitPAD ini dibeli sebagai hibah Kemendikbud untuk seluruh RSP di Indonesia. Sebelumnya beberapa rumah sakit dan BNPB juga telah menggunakan VitPAD. Namun yang sekarang ini secara resmi pemerintah membeli dan mengirimkannya ke seluruh Indonesia.

VitPAD dikembangkan oleh peneliti Unpad untuk menjawab beragam permasalahan yang terjadi pada proses pemeriksaan swab Covid-19. Inovasi ini dikembangkan oleh para peneliti Unpad dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, antara lain Dr. Hesti Lina Wiraswati, Dr. Shabarni Ghaffar, Dr.rer.nat. Shavira Ekawardhani, Lia Faridah, dr., M.Si., dan Nisa Fauziah, dr., M.Kes.

Selama ini, Indonesia masih mengandalkan produk Viral Transport Medium (VTM) impor untuk menyimpan spesimen sampel swab Covid-19. VTM tersebut pada umumnya membutuhkan sistem transportasi dengan pengamanan berlapis dan harus disimpan pada kotak pendingin (coolbox) agar suhunya terjaga.

Baca Juga:  Okupansi Angkutan Kereta Api Naik 49,5 Persen Pada Libur Tahun Baru Islam

Pengiriman VitPAD ini merupakan bagian dari distribusi uji pasar dibawah hibah Kemendikbud untuk melihat bagaimana efektivitas dari VitPAD, dan juga merupakan tahap akhir dari proses memperoleh izin edar. VitPAD saat ini telah memperoleh Tingkat Kesiapanterapan Teknologi (TKT) tingkatan delapan dan sembilan. Setelah melewati proses skala laboratorium, validasi, produksi skala industri, dan  distribusi kalangan terbatas, kini VitPAD ada di tahap produksi skala industri dengan skala lebih luas dan lebih besar.

TKT adalah tingkat kondisi kematatangan atau kesiapterapan suatu hasil penelitian dan pengembangan teknologi yang diukur secara sistematis agar dapat diadopsi oleh pengguna, baik oleh pemerintah, industri atau masyarakat. TKT disusun dalam 9 tingkatan yang masing-masing tingkatan memiliki indikator capaian TKT.

Selain itu, telah dibuat pula, Uji Cepad: Covid-19 Antigen. Inovasi Uji  Cepad dikembangkan oleh tim peneliti yang diketuai Dosen Kimia FMIPA Unpad Muhammad Yusuf, PhD.

Menristek Bambang Brodjonegoro mengatakan, inovasi ini diharapkan dapat menekan angka impor produk jadi di Indonesia, khususnya alat-alat kesehatan. Jika melihat data, sebanyak 94% pemenuhan kebutuhan alat kesehatan di Indonesia berasal dari impor.

“Impornya ini tidak tanggung-tanggung. Dari mulai alat-alat canggih, sampai kepada alat sederhana,” ujar Menristek.

Selama pandemi, impor alat kesehatan menjadi meningkat. Hal ini kemudian memunculkan kesadaran ilmuwan untuk mengembangkan alat kesehatan sendiri. Diharapkan, kesadaran ini dapat membentuk ekosistem baru di bidang inovasi alat kesehatan.

“Kalau kita tidak terbiasa untuk membuat sesuatu karena sudah keenakan melakukan impor, ekosistemnya tidak terbentuk,”  ungkapnya.

Untuk itu, Kemenristek/BRIN sendiri berupaya mengakomodasi beragam inovasi yang sudah dihasilkan peneliti Indonesia untuk diaplikasikan secara langsung di masyarakat. Untuk produk Uji Cepad, misalnya, Kemenristek/BRIN telah memesan 3.000 unit untuk memenuhi kebutuhan di RSHS dan RSP Unpad.

Baca Juga:  Kadin Jabar Siap Pulihkan Perekonomian Jawa Barat Terdampak Covid-19

Ketua tim riset Cepad Muhammad Yusuf mengatakan, alat Uji Cepad yang pertama kali dikenalkan pada Mei lalu ini sudah masuk ke tahap produksi oleh mitra industri, yaitu PT. Pakar Biomedika.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mendapat izin edar sebagai alat kesehatan dalam negeri oleh Kemenkes RI,” ujarnya.

Dalam menunjang penanganan Covid-19, Yusuf dan tim terus melakukan pengembangan produk Cepad. Dimulai sejak April 2020, tim berfokus pada pengembangan, salah satunya dari sisi akurasinya.

Diakui Yusuf, banyak hambatan yang dihadapi tim saat mengembangkan Cepad. Satu di antaranya adalah menguji produk terhadap sampel virusnya secara langsung. Di awal, tim baru melakukan uji kepada protein antigen virusnya.

Penelitian pun mendapat dukungan dari beberapa laboratorium penguji spesimen Covid-19. Lewat dukungan tersebut, Yusuf dan tim bisa melakukan pengujian produk dengan sampel klinis secara langsung.

“Awal-awal kami juga menemui kendala, sensitivitasnya rendah. Tapi, alhamdulillah, kami banyak di-support sama peneliti lain,” jelasnya.

Hasilnya, sensitivitas Uji Cepad saat ini sudah 93%. Perolehan hasil ini merupakan peningkatan dari sebelumnya di bawah 10%, hingga 70%.

Proses pengambilan Uji Cepad saat ini masih menggunakan sampel nasofaring (swab). Ke depan, Yudi dan tim akan mengembangkan versi kedua Cepad yang bisa digunakan secara mandiri. Sampel yang diambil tidak lagi lewat hidung, tetapi bisa menggunakan spesimen air liur.

“Jadi nanti orang bisa menggunakannya secara mandiri, tidak perlu bantuan nakes,” kata Yusuf.


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here