Madania.co.id

Salat Jum’at Pertama Diadakan di Masjid Athena

Masjid Baru di Athena, Yunani. (Foto: iqna.ir)

Madania.co.id, Yunani–Salat jum’at diadakan untuk pertama kalinya di masjid baru yang dibuka minggu ini, setelah penundaan selama bertahun-tahun.

Proyek pembangunan masjid di Athena ini memakan waktu sekitar 14 tahun karena menuai banyak protes, kontroversi politik, dan penundaan di negara yang mayoritas Kristen Ortodoks ini.

Dilansir iqna.ir (06/11/20), parlemen akhirnya menyetujui untuk melanjutkan pembangunannya pada Agustus 2016 lalu.

Masjid yang dibangun di kawasan industri ibu kota ini, sekarang akan menjadi tempat ibadah resmi bagi umat Muslim Athena, yang sebagian besar terdiri dari para migran dan pengunjung.

Sebelumnya masyarakat di sana menggunakan musala informal yang didirikan di tempat-tempat seperti gudang bekas dan basement, yang terkadang menimbulkan ketegangan dan protes dari warga sekitar lainnya.

Anggota komunitas Muslim Athena mengatakan masjid baru ini meski jauh dari kata sempurna, setidaknya bisa membantu dan merupakan permulaan.

“Selama ini kami berdoa di bawah tanah. Ini hari yang menyenangkan bagi kami,” kata Anna Stamou, perwakilan dari Asosiasi Muslim Yunani.

Ia mengatakan, masjid ini memiliki banyak kekurangan dan masalah yang harus diselesaikan, termasuk kapasitasnya yang kecil, tetapi ini adalah awal yang sangat bagus.

Stamou menambahkan populasi Muslim Athena sekitar setengah juta orang, sedangkan kapasitas masjid baru ini dengan 300 pria dan 50 wanita itu terlalu kecil.

“Tapi ini seperti pondasi dan pendirian simbolis yang resmi,” kata Stamou, menurut AP. Masjid ini tidak akan memberikan layanan untuk semua orang, kita sudah tahu itu, tapi ini awal yang baik.

Pembatasan kapasitas jumlah orang yang diizinkan di semua tempat ibadah di Yunani saat ini masih berlaku karena pandemi wabah virus corona.

Mulai hari Sabtu pagi, tindakan lockdown diberlakukan secara nasional, yang berarti tempat ibadah termasuk gereja dan masjid hanya dapat mengadakan kegiatan religius tanpa dihadiri umat. (dzk)