Santri dan Pesantren Telah Miliki Undang-Undang

31
(dok Humas Jabar)
(dok Humas Jabar)

Madania.co.id, Bandung – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI), Fachrul Razi, mengatakan, santri dan pesantren telah memiliki Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Undang-undang ini memberikan afirmasi, rekognisi, dan fasilitasi terhadap pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” kata Menag dalam sambutan tertulis peringatan Hari Santri Nasional, dibacakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang bertindak sebagai pembina upacara Hari Santri Tingkat Provinsi, di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (22/10/2020) pagi.

Agar undang-undang pesantren lebih implementatif, menurut Menag, Kementerian Agama diberi mandat mempersiapkan regulasi turunannya berupa peraturan presiden tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren serta beberapa peraturan menteri agama.

Hingga kini, lanjutnya, rancangan peraturan presiden dan rancangan peraturan menteri agama telah melalui tahap harmonisasi dan uji publik bersama kementerian dan ormas Islam.

Menag menyebutkan, penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merujuk tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan,” ujarnya.

Sementara, terkait pandemi covid-19, Menag menyatakan pesantren merupakan entitas pendidikan yang juga rentan terhadap virus ini.

Menurutnya, beberapa pesantren memiliki keseharian dan pola komunikasi para santri yang terbiasa tidak berjarak antara satu dengan lainnya sebagai model komunikasi yang Islami, unik dan khas, namun sekaligus juga rentan terhadap penularan virus.

Meski begitu, katanya, beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi covid-19 menjadi bukti, pesantren juga memiliki kemampuan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimiliki.

Modal utamanya, lanjut dia, adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan,  dan sikap kehati-hatian kiai dan pimpinan pesantren karena mereka tetap akan mengutamakan keselamatan santrinya dibandingkan lainnya.

Baca Juga:  Castillion dalam Kebugaran yang Baik

“Kita semua berikhtiar agar pandemi segera berlalu. Keluarga besar pesantren, santri, masyarakat Indonesia, dan warga dunia bisa melewati pandemi ini dengan baik. Terimakasih kepada seluruh santri Indonesia atas peran dan kontribusinya kepada umat, bangsa, dan negara. Selamat Hari Santri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Jabar merupakan provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan catatan resmi Pangkalan Data Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Jabar memiliki 8.343 pesantren dengan 147.467 santri mukim dan 306.687 santri tidak mukim.(mrf)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here