Sedikitnya 25 Personel Keamanan Afghanistan Tewas dalam Penyergapan

34
Keamanan
Kekerasan di Provinsi Takhar, Afghanistan oleh Tentara Taliban. (Foto: iqna.ir)

Madania.co.id, Afghanistan- Sedikitnya 25 personel pasukan keamanan Afghanistan tewas dalam penyergapan yang dituduhkan pada Taliban, kata para pejabat stempat, Rabu (21/10/20).

Penyergapan itu terjadi meskipun ada jaminan dari Taliban ke Washington pekan lalu bahwa mereka akan mengurangi pertumpahan darah, dilansir iqna.ir (21/10/20).

Pasukan keamanan diserang Selasa  (20/10/20) malam  di provinsi Takhar dan hingga sekarang pertempuran masih berlangsung, kata Jawad Hejri, juru bicara gubernur yang menyebutkan korban tewas sejauh ini mencapai 25, AFP melaporkan.

“Taliban telah mengambil posisi di rumah-rumah di sekitar daerah Takhar. Mereka menyergap pasukan kami yang berada di sana untuk operasi melawan musuh,” katanya.

Namun, Direktur kesehatan provinsi Takhar, Abdul Qayoum, mengatakan,  hingga saat ini 34 personel keamanan telah tewas, termasuk wakil kepala polisi Provinsi Takhar.

Taliban sejauh ini belum mengomentari penyerangan yang dilancarkan malam itu.

Meskipun dibuka pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan di Qatar, Taliban telah meningkatkan kekerasan di Afghanistan dalam upaya meningkatkan pengaruh dalam negosiasi.

Serangan besar-besaran yang dilakukan oleh Taliban di Provinsi Helmand, Afghanistan memaksa ribuan keluarga mengungsi dari rumah mereka pekan lalu.

Sementara Minggu (18/10/20), sebuah bom mobil dekat markas polisi di Ghor yang dituduhkan pada pemberontak telah menewaskan 16 orang dan 154 luka-luka.

Pertemuan telah diadakan antara pasukan Afghanistan dan Taliban di Doha selama beberapa hari terakhir. Tapi hanya sedikit kemajuan yang dicapai sejak pembicaraan September lalu itu.

Kekerasan menghambat perdamaian

“Tingkat kekerasan ini, tentu saja membuat proses negosiasi menjadi sangat sulit,” kata Nader Naderi, seorang juru runding untuk pemerintah Afghanistan.

“Situasi seperti ini menambah rasa urgensi untuk terus melakukan gencatan senjata,” tambahnya.

Baca Juga:  Begini Cara Damkar Padamkan Api di Jalan Otista Bandung

Utusan tertinggi AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, juga mengatakan, pertempuran ini akan mengancam proses perdamaian.

“Kekerasan yang terjadi hari ini tetap sangat tinggi, meskipun baru-baru ini ditegaskan perlunya pengurangan yang substansial,” tambahnya.

Pengaruh AS terhadap medan pertempuran Afghanistan semakin berkurang, bahkan Pentagon/Markas Besar Pertahanan AS berusaha menarik semua pasukannya yang tersisa pada Mei mendatang.

Melihat pemilu AS kurang dari dua minggu lagi, Presiden Donald Trump berusaha menepati janjinya untuk mengakhiri perang terpanjang di Amerika dan menarik kembali pasukan lebih cepat.

Ini telah menimbulkan pertanyaan besar mengenai desakan Washington atas penarikan pasukannya dari Afghanistan setelah 19 tahun masa perang benar-benar “berdasarkan kondisi”.

Taliban dengan cepat mengeksploitasi kesempatan tersebut dan segera mulai mendorong keuntungan militer baru setelah mereka menandatangani kesepakatan penarikan dengan AS.(dzk)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here