Sejuta Santri Ikuti Istighosah Kubro, Ridwan Kamil: Jadi Momen Introspeksi dan Mohon Pertolongan kepada Allah SWT

35
(dok Humas Jabar)
(dok Humas Jabar)

Madania.co.id, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Habib Luthfi bin Yahya, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar, menghadiri istighosah kubro di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Rabu (21/10/2020).

Kegiatan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan undangan terbatas. Selain itu, sekitar 1 juta santri di seluruh Jabar mengikuti istighosah kubro secara virtual.

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil mengatakan, istighosah kubro menjadi momentum untuk instropeksi dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

“Momen ini sangat tepat digelar sebagai bahan introspeksi kita dan mohon pertolongan kepada Allah SWT terkait masalah bangsa saat ini,” ujarnya.

Menurut dia, Indonesia tengah diterpa ujian. Mulai dari pandemi covid-19, bencana alam, hingga kondisi sosial politik. Dengan istighosah kubro, ia berharap permasalahan di Indonesia, khususnya Jabar, segera selesai dan kembali kondusif.

“Mudah-mudahan selepas ini kondisi Jabar lebih damai, kondusif, dijauhkan dari mara bahaya, dan pandemi covid-19 segera berakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, istighosah kubro dilaksanakan dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober.

“Itulah betapa pentingnya istighosah kubro ini walaupun kondisinya sekarang berbeda dengan sebelum karena pandemi covid-19. Tapi, hal itu tidak mengurangi kekhidmatan,” katanya.

Sementara itu, Habib Luthfi bin Yahya mengatakan, istighosah memiliki arti bahwa manusia pada dasarnya makhluk lemah yang tidak akan sanggup menyelesaikan permasalahan tanpa pertolongan Allah SWT.

“Kita mohon pertolongan kepada Allah atas ketidakmampuan kita, maka istighosah tersebut menunjukkan kelemahan kita dan masih sangat perlu pendekatan diri kita kepada Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Menurut dia, dengan mengingat kebesaran dan sifat-sifat Allah SWT, maka ketauhidan dalam diri seseorang akan semakin kuat. Demikian juga dengan kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga:  Menjelang Musim Hujan, BPBD Petakan Daerah Rawan Bencana di Jawa Barat

“Melalui apa yang kita baca dan mengingat kebesaran-kebesaran Allah SWT akan menambah tauhid, ma’rifat, dan keyakinan kita kepada Allah SWT, dan menuntun kita untuk peduli sesama,” kata Habib Luthfi.(mrf)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here