Sepeda Lipat Presiden Merek Kreuz Ternyata Buatan Bandung

227

Madania.co.id,  Bandung – Demam bersepada kini sudah merambah segala kalangan. Dari rakyat biasa hingga presiden kini ramai-ramai gowes untuk menjalani hidup lebih sehat di masa AKB.

Presiden Jokowi bahkan pernah memamerkan sepedanya saat gowes bersama anaknya Kaesang di kawasan istana Bogor. Sepeda itu bermerek Kreuz.

Banyak yang beranggapan jika sepeda itu adalah sepeda impor dan mahal, seperti halnya Bromton. Padahal itu adalah sepeda lokal, buatan asli Bandung.

Perlu diketahui, sepeda lipat Kruez mirip dengan sepeda lipat produk luar negeri dengan harga mahal. Karena kualitasnya yang baik, Presiden RI, Jokowi bahkan sempat memamerkan Kruez melalui akun Instagramnya beberapa waktu lalu.

Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana pun menyempatkan diri menengok produksinya. Bengkel produksi Kreuz berada di Jalan Cikondang, Kelurahan Sadangserang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Baca Juga:  Ekraf Jabar Serap 3,8 Juta Tenaga Kerja

Yana mengatakan sekitar 70 persen pengerjaan Kreuz dilakukan di Kota Bandung. Bahkan, untuk suku cadang yang mendetail juga dibuat di kawasan Kiaracondong.

“Insyaallah Vendor sparepartnya kita coba dorong bisa pabrikasi pada September mendatang. Mudah-mudahan produksi semakin banyak dan semakin presisi. Sehingga mudah-mudahan kualitasnya semakin baik,” jelasnya, Senin (24/8/2020).

Yana berpesan agar Kreuz jangan cepat berpuas diri, sehingga bisa terus berinovasi membuat sepeda yang kian berkualitas. Dengan begitu semakin memancing minat masyarakat untuk menggunakan sepeda, khususnya di kawasan perkotaan.

“Sepeda lipat butuh presisi. Jadi ke depan komponennya dengan campuran bahan semakin ringan dan presisi, mudah mudahan semakin diminati dan jadi transportasi perkotaan,” terangnya.

Baca Juga:  Kota Bandung Kembali Raih Penghargaan Kota Peduli HAM

Pendiri Kreuz, Jujun Junaedi menuturkan, sejak 2017 akhir sudah memberdayakan 30 orang untuk membuat apparel sebagai unit bisnis utamanya. Pembuatan sepeda baru dilakukan pada Maret 2020 dengan menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi hingga memiliki 170 pegawai.

Dengan banyaknya pemesanan, Jujun mengungkapkan sekarang ini Kreuz sudah mempersiapkan untuk pengoperasian produksi berskala besar. Ia memprediksi membutuhkan ratusan tenaga kerja.

“Di sini memang kecil, tapi yang dilibatkan banyak. UMKM Bandung yang saya serap sudah 30 orang. Lalu pengrajin merchandise juga meningkat. Total dengan tim Kreuz hamper 170 orang. Nanti bisa 300 orang lebih,” kata Jujun.

Baca Juga:  Sebelum Diizinkan Beroperasi, Tempat Hiburan Harus Ada Pakta Integritas

Jujun menuturkan, pertama kali membuat sepeda hanya untuk media display apparel sepeda, dengan produk utama tas. Namun, justru respon pada sepeda buatannya yang lebih besar dan bahkan melebihi ekspetasi.

Hingga akhirnya Jujun beserta rekannya, Yudi Yudiantara pada Maret 2020 lalu sepakat untuk memproduksi sepeda untuk memenuhi pemesan. Tak disangka, peminat Kreuz semakin membludak. Saat ini daftar antrean pemesanan sepeda Kreuz hingga Oktober 2024.

“Kalau di sini masih 15 unit per bulan, Alhamdulillah sudah dapat lahan dan tempat sudah ready. Kita akan pabrikasi. Kita mau menaikan kapasitas yang tadinya 15 unit per bulan, sekarang targetnya 150-300 unit per bulan,” katanya. (tgh)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here