Sukses Mahasiswa, Tak Sekadar Sukses Akademik

167

MyIlkom

Madania.co.id, Bandung – Mahasiswa kerap menghadapi dua pilihan sama penting yang kadang menjadi dilema. Mengutamakan aktif di organisasi kemahasiswaan atau tetap fokus mengejar prestasi akedemik. Meski terkadang sulit, namun mahasiswa tetap harus memilih dengan segala konsekuensinya.

Wacana penting itu mengemuka pada Talk Show My Ilkom Episode ke-4 digelar  Koprs Protokol Mahasiswa Jurursan (KPMJ)-4 Komunikasi Fakultas Dakwan dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN),  Sunan Gunung Djati  (SDG), Bandung, live di zoom meeting, Jumat (17/9/2021).

Talk show bertema “Organisasi atau Akademik, Pilih yang Mana?” menampilkan dua narasumber yaitu Roseu Ratna Sari mahasiswa UIN SGD  Bandung, dan Nahemia Irel, mahasiswa Universitas Sriwijaya Palembang. Acara dipandu Bayu Firmansyah, Ketua Bidang Kominfo KPMJ-4 Komunikasi FDK-UIN- SGD Bandung.

Menjadi Terbaik di Bidang Akademik

Roseu yang memilih lebih fokus di bidang akademik menilai, mahasiswa perlu mengetahui proses perkuliahan di kampus sejak awal, jika ingin menjadi mahasiswa yang sukses dalam bidang akademis. Karena walau bagaimanapun, bidang akademik adalah tujuan pertama dan utama bagi mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi.

Baca Juga:  Hoaks Medsos Musuh Abadi Media Massa

“Saya selalu berpikir harus menjadi orang yang pertama tahu dalam bidang akademik. Saya bertekad harus lebih baik dan maju dari orang lain termasuk orang tua saja. Oleh karena itu proses akademik harus dilalui apa pun tantangannya,” ujar Roseu.

Untuk sukses di bidang akademik, menurut Roseu, menambah wawasan seperti mengikuti webinar, membaca buku kapan pun dan di mana pun menjadi lebih penting dibandingkan melakukan kegiatan berorganisasi  yang sama sekali tidak terkait dengan bidang akademik.

Roseu mengatakan, paham proses perkuliah dari sisi positif maupun negatif bisa membuat mahasiswa menemukan titik awal yang harus dilakukan ketika mengikuti proses perkuliahan di perguruan tinggi.

“Ingin menjadi yang terbaik di  bidang akademik harus memiliki tanggung jawab yang tinggi sebagai mahasiswa, dan jangan lupa kita masih dibiayai oleh orang tua sehingga target waktu selesai kuliah harus ada dalam benak setiap mahasiswa. Oleh karena itu fokusing kita terhadap proses akademik menjadi lebih penting, “ujar Roseu.

Baca Juga:  Keutamaan Menangis Karena Khauf

Roseu menilai, mahasiswa harus bersabahat dengan kata “lelah” jika ingin menjadi pemenang seperti menang menadapatkan besiaswa atau memenangkan perlombaan-perlombaan di bidang akademik. Kemenangangan-kemenangan tersebut bisa menimbukan kepuasaan pribadi dan bisa memberikan motivasi kepada yang lainnya.

Jangan Sekadar Sukses Akademik

Sementara Nehemia yang lebih memilih beroganisasi  menjadi fokus utama jika dibandingkan bidang akademik mengatakan, apalah artinya jika memiliki indeks prestasi tinggi, tetapi ilmu dan nilai indek prestasi tersebut tidak bisa diimplementasikan secara praktik kepada masyarakat.

Menurut Nehemia,   tidak semua orang bekesempatan  menjadi mahasiswa. Oleh karena itu status menjadi mahasiswa merupakan sebuah penghargaan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Artinya, kita sebagai mahasiswa  perlu berpikir bagaimana berkontribusi kepada masyarakat. Jadi tidak sekadar sukses dalam bidang akademik.

“Mahasiswa yang sukses itu, tidak hanya mendapakan kesuksesan dalam bidang akademi saja, tetapi sejauh mana kita bisa berkonstribusi terhadap bangsa, negara dan masyarakat pada umumnya,” ujar dia.

Baca Juga:  Puluhan Warga Diperkirakan Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Flotim

Nehemia juga tidak mempercayai jika mahasiswa yang aktif di organisasi menjadi susah menyelesaikan studinya. Suksesnya mahasiswa yang pada akhirnya lulus tepat waktu adalah ketika ia pandai membuat skala prioroitas. Dengan cara ini mahasiswa bisa mengatur waktu mana yang lebih penting, kurang penting dan sebagainya.

“Saya tidak percaya dengan pandangan bahwa mahasiswa yang aktif di organisasi, akan telat lulus. Buktinya saya  sampai sekarang masih seimbang antara organisasi dan kuliah. Justru berorganisasi sebagai  bekal dalam  mengimplematasikan ilmu kita kepada masyarakat,” ujarnya.

Di akhir diskui Nehemia mengatakan, sebagai mahasiswa tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Jusrtu yang terpenting adalah membandingkan dengan diri kita sendiri di waktu dulu dengan waktu sekarang. Karena itu, menjadi mahasiswa adalah sebuah penghargaan yang besar  sehingga mahasiswa perlu mempunyai kemampuan berkontribusi terhadap bangsa dan negara.***


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here