Sushi Janda, Inilah Sushi Jepang Ala Sunda

59
Foto: Akhmad-Jauhari/SuakaOnline.com

SIAPA yang tidak kenal sushi? Makanan khas dari Jepang yang satu ini memang sudah tidak asing lagi di telinga, bahkan di lidah orang Indonesia. Tidak sedikit ditemui di berbagai kota di Indonesia terdapat restoran Jepang yang tentunya menyajikan sushi sebagai menu utamanya.

Sushi identik dengan nasi yang diberi lauk (bahasa Jepang: neta) di atasnya. Lauk ini sangat beragam jenisnya. Bisa berupa makanan laut, daging, sayur, baik mentah atau yang sudah dimasak. Nasi sushi cenderung memiliki rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula.

Kata ‘sushi’ sendiri berasal dari kata sifat masam, yang ditulis dengan huruf kanji. Pada awalnya sushi dikenal sebagai salah satu jenis pengawetan ikan yang disebut dengan gyoso. Gyoso ini adalah teknik pengawetan ikan yang dilakukan dengan cara membaluri atau membalut ikan dengan menggunakan garam dapur, bubuk ragi atau ampas sake.

Konon kebiasaan mengawetkan ikan ini berasal dari daerah pegunungan di sekitar Asia Tenggara. Dalam hal sushi, ikan dibalut dengan menggunakan nasi yang telah dibumbui dengan cuka.

Asal-usul Sushi

Di Jepang sendiri, sushi mulai dikenal sejak abad ke-8. Berdasarkan sejarahnya, sushi berasal dari China dan memiliki arti sebagai sebuah teknik pengawetan ikan dengan cara membungkus ikan dalam nasi, garam, dan cuka. Mengutip berbagai sumber, dalam bahasa Jepang, sushi memiliki arti yang istimewa, yaitu panjang umur dan kesuksesan jabatan.

Sushi adalah makanan yang disantap oleh orang-orang kaya.Sushi mulai dikenal sejak zaman Edo dan dikenal dengan nama oshizushi. Tapi di akhir masa Edo, sushi berubah kembali jadi nigirizushi. Namun ukurannya diperkecil sehingga lebih mudah disantap. Di tahun 70-an sushi masih jadi makanan mewah, kalangan biasa hanya menyantapnya dalam acara khusus. Bentuk sushi yang dikenal sekarang ini baru dikenal di abad 19 di Tokyo.

Baca Juga:  Putra Amien Rais Alami Kecelakaan di Tol Cipali

Masuknya Jepang ke Indonesia secara tak langsung memperkenalkan budaya serta kuliner Jepang ke Indonesia sampai saat ini. Kuliner Jepang mulai dikenal dan digemari masyarakat Indonesia disinyalir sejak restoran Jepang pertama di Jakarta dibuka.

Restoran Kikugawa adalah restoran makanan Jepang pertama di Jakarta yang dibuka pada 1969. Restoran ini didirikan oleh mantan tentara Jepang yang memilih menetap di Jakarta, Kikuchi Surutake.

Makanan Jepang yang ringan dan gurih ini ternyata membuat banyak orang Indonesia tergila-gila. Restoran Jepang pun makin marak di Indonesia. Banyak pengusaha yang berlomba-lomba untuk membuka restoran makanan Jepang, sekalipun mereka bukan orang Jepang.  Namun tidak sedikit masyarakat Indonesia yang tidak menyukai sushi karena makanan tersebut dibuat tanpa diolah matang alias disajikan dalam keadaan mentah, yang terkadang kurang cocok dengan lidah orang Sunda.

Berbeda dengan asalnya, kini telah hadir olahan sushi ala Sunda pertama di Bandung. Sushi tersebut merupakan kreasi dari seorang aktivis Gerakan Indonesia Muda Berbisnis (GIMB) Bandung, Lukmanul Hakim.

Di saat merasa jenuh dengan skripsi yang sedang digarap sekitar tahun 2012, Lukman memutuskan untuk meninggalkan dunia perkuliahan dan memulai untuk fokus menekuni usahanya. Produk-produk pertama yang ia jual adalah seblak, lumpia, cemilan. Tapi bisnisnya tersebut tidak bertahan lama.

Untuk menyambung hidup, ia tidak ingin mengulangi pengalaman bekerjanya di sebuah perusahaan keuangan yang menurutnya penuh dengan tekanan. Oleh karena itu, ia pun memutar otak mengenai olahan apa yang akan ia jual.

Berbekal kegemarannya sebagai seorang traveller dan hobi mencicipi makanan ketika masih menjadi mahasiswa, Lukman mencetuskan ide untuk membuat sushi dengan cita rasa khas sunda. Ia sebenarnya tidak memiliki basic memasak. Ia mencoba meracik sushi kreasinya tersebut dengan bertanya tentang resep ke penjual atau supplier sushi yang ia temui.

Baca Juga:  Tips Pergi berlibur ketika New Normal, perhatikan hal-hal berikut!

Ada yang mau memberi tahu, ada yang tidak. Selain itu, ia juga memanfaatkan internet untuk mencari resep tersebut. Setelah beberapa kali gagal, ia pun berhasil membuat olahan dasar dari sushi racikannya. “Dasar dari sushi janda ini adalah Shi Kabayan dan Shi Iteung. Dari situlah inovasi-inovasi pun bermunculan,” ujar Lukman.

Saat ini Sushi Janda telah menghasilkan beberapa inovasi yang beragam. Di antaranya adalah Shi Jureng yang merupakan olahan keju yang digoreng, Shi Akiiy yang merupakan plesetan dari teriyaki, juga ada Shi Atun yang berarti abon tuna.

Selain itu ada pula olahan nasi goreng yang tampilannya dimodifikasi menjadi seperti sushi yaitu Shi Nasgor, ada pula Shi Seblak yang idenya berasal dari salah satu makanan khas Bandung yaitu seblak. Lukman mengatakan bahwa alasan penamaan produk tersebut unik adalah supaya mudah diingat oleh masyarakat.

Lukman mencoba mengembangkan sayap bisnisnya dengan mempromosikannya di media sosial, Instagram @sushijanda, dan bekerjasama dengan Go Food Bandung. Dalam menjalankan bisnis ini Lukman tidak sendirian.

Selain ditemani istrinya, ia juga memiliki tim berjumlah 6 orang yang kesemuannya adalah mahasiswa. tim tersebut ada yang bekerja di Warung Sushi Janda di Kedai Sabrina samping UIN SGD Bandung, ada pula yang di komplek Bumi Panyileukan Blok D2 No. 5.* (A  Hermawan)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here