Tanggulangi Kasus Penyebaran Covid-19, Jabar Bentuk Tim Khusus dan Rencana Aksi

62

 

Foto/Humas Jabar

Madania.co.id, Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, telah menyiapkan tim khusus dan rencana aksi untuk menanggulangi angka penyebaran Covid-19 .

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jabar memiliki tiga fokus pekerjaan. Ketiga pekerjaan tersebut diantaranya fokus menurunkan kasus penularan, meningkatkan angka kesembuhan (recovery rate), menekan angka kematian (mortality rate).

“Kami sudah susun tim lama yang direorganisasi dan draft action plan untuk tiga tujuan yaitu menurunkan kasus positif, peningkatan recovery rate yang per hari ini di angka 54 persen, serta memperkuat penurunan mortality rate yang sebenarnya sudah di bawah rata-rata yaitu 2 persen,” ujarnya melalui telekonferensi di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (17/9/2020).

Sementara untuk menekan angka keterpaparan, Kang Emil menyebut bahwa GTPP akan memaksimalkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang dinilai berhasil dilakukan di sejumlah tempat. Penerapan PSBM akan dibantu dengan unit edukasi dan unit pengawasan yang akan dibentuk di tiap kabupaten dan kota. Kota Bogor menjadi proyek percontohan dua unit tersebut.

“Tim Edukasi yang baru dibentuk di Kota Bogor akan kami jadikan percontohan di daerah lain,” jelas Kang Emil.

Menindak lanjuti kebijakan pemerintah pusat yang mengharuskan terduga COVID-19 diisolasi di tempat khusus, Kang Emil sudah berkoordinasi dengan pihak hotel dan memastikan sejumlah hotel di berbagai daerah sudah bersedia memberikan fasilitas isolasi.

Gubernur juga meminta Pemerintah Pusat membantu Jabar dalam tes PCR agar dapat mengejar target WHO 1 persen dari total jumlah penduduk.

Menurutnya, populasi penduduk Jabar hampir 50 juta jiwa atau terbanyak di Indonesia, dan sudah menguji sampel sebanyak 50 ribu per minggunya.

Namun angkat tersebut terbilang masih kurang, maka Dengan bantuan Pemerintah Pusat, diharapkan kapasitas tes PCR Jabar bertambah menjadi dua kali lipat.

Baca Juga:  Pajak Kendaraan Bermotor Bulan Juni Meningkat 0,30%

“Kami sudah mampu menguji 50 ribu sampel per minggu tapi karena jumlah penduduk kami banyak kami harusnya dua kali lipat karena itu kami mohon pusat untuk turut membantu pengujian,” harap Kang Emil.

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, meskipun tidak terlalu signifikan, tiga provinsi mengalami tren peningkatan kasus harian yakni DKI Jakarta, Jabar dan Jateng.

Sementara tiga provinsi yang angka kesembuhannya teringgi yaitu Jateng (64 persen) dan Sumatera Utara (59 persen) dan Jabar (55 persen). “Jabar akan kita upayakan menaikan tingkat kesembuhannya walaupun tingkat kematiannya sudah rendah,” tutur Luhut.

“Kalau kita lihat datanya sebenarnya angka-angka di Jabar masih fluktuatif, pernah meningkat dan kembali menurun,” ujarnya.

Menurut Luhut,terkait adanya kenaikan kasus belakangan ini, karena adanya pelonggaran demi bangkitnya ekonomi dan ketidakdisiplinan warga menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu Pemerintah Pusat meminta daerah memperketat aktivitas namun ekonomi bisa terus bergerak.

“Kenaikan kasus terjadi setelah kita mulai melonggarkan karena ekonomi. Untuk itu perlu diketatkan kembali tapi bukan lockdown, karena ekonomi pun harus jalan. Hanya pengetatan di zona risiko penularan tinggi saja,” tutupnya. (dul)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here