Tuntut Kompensasi Biaya Kuliah, Mahasiswa Gelar Aksi Demo Virtual

239

Demo Virtual Mahasiswa Kompensasi Biaya Kuliah

Madania.co.id, Bandung — Mahasiswa berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi virtual untuk menuntut kompensasi biaya kuliah.

Kuliah online dan tidak menggunakan fasilitas kampus selama pandemi Covid-19 jadi alasan utama kompensasi biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP), Uang Kuliah Tunggal (UKT), atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Aksi terbaru dilakukan mahasiswa Telkom University  (Tel-U) di Twitter, Rabu (1/7/2020).

Dengan tagar #AliansiMahasiswaTelkom yang menjadi salah satu trending topic, aksi ini diserukan juga melalui akun Instagram @elkom_bergerak bertajuk “Seruan Aksi Trending Topic Twitter”.

Dalam tagar #AliansiMahasiswaTelkom, #TelyuHausBPP, dan #UrgensiTransparansi, mahasiswa Tel-U menolakan pembayaran penuh Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) semester ganjil 2020/2021.

Mereka menuntut agar pihak kampus menurunkan BPP selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Aliansi Mahasiswa Telkom menganggap hak yang diterima mahasiswa selama pembelajaran daring (kuliah online) tidak sebanding dengan penggunaan fasilitas serta biaya yang dibayarkan selama satu semester.

Baca Juga:  Lakukan Praktek Ilegal Pengoplosan Gas LPG, Polisi Ciduk Seorang Pria Asal Bogor

Tuntutan yang disuarakan Aliansi Mahasiswa Telkom dalam aksi virtual ini antara lain pihak menuntut pihak kampus agar memberikan pemotongan BPP 50% seluruh mahasiswa dan mengalokasikan bantuan dari Kemendikbud 100% untuk mahasiswa yang orang tua/wali terkena PHK atau meninggal dunia akibat pandemi Covid-19.

Aksi demo virtual mahasiswa melalui Twitter sebelumnya dilakukan mahasiswa kampus lain, seperti mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung.

Dalam aksi virtual bertagar #GunungDjatiMenggugat, mahasiswa UIN Bandung menuntut kompensasi UKT/SPP sebanyak 50 sampai 70 persen yang telah dibayarkan serta tuntutan perbaikan sistem pembelajaran daring atau kuliah online.

Baca Juga:  LuLu Group Resmikan Toko yang Dipimpin Wanita Pertama di Arab Saudi

Bahkan, dalam tuntutannya, mereka menolak membayar UKT pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 jika tuntutan kompensasi tidak dipenuhi pihak kampus.

Mahasiswa juga mengeluhkan ketidakjelasan mekanisme pembelajaran daring dengan penggunaan media yang berbeda dan mahasiswa tidak diberikan subsidi atau fasilitas kampus yang memadai.

Merespons tuntutan mahasiswa, UIN Bandung kemudian memberikan bantuan kouta internet bagi para mahasiswanya.

Dilansir laman resmi UIN Bandung, Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si menjelaskan, bantuan tersebut sebagai kompensasi untuk meringankan beban mahasiswa untuk meningkatkan proses pembelajaran daring

Teknis pendistribusian pemberian bantuan kuota internet (paket data) bagi mahasiswa dilakukan oleh operator, yaitu Telkomsel, XL, dan Indosat, dari tanggal 24 sampai dengan 27 Juni 2020.

Baca Juga:  Dua Orang di Jemput Densus 88 Di Cangkuang, Ini Kata Kapolresta Bandung

Selain bantuan kuota, UIN Bandung juga memberikan keringanan UKT.

Melalui SK Rektor tertanggal 19 Juni 2020, Rektor UIN Bandung memberikan keringanan UKT dalam bentuk pengurangan UKT sebesar 10%, pembayaran diangsur dua tahap, dan perpanjangan masa pembayaran UKT.

Kompensasi diberikan kepada mahasiswa yang orang tua/walinya terkena dampak Covid, seperti meninggal dunia karena corona, mengalami PHK, mengalami kerugian usaha atau pailit, mengalami penutupan usaha, dan atau penurunan penghasilan signifkan selama pandemi corona.

Mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia akibat corona dalam kurun waktu 16 Maret-12 Juli 2020 mendapatkan kompensasi pengurangan 100% alias bebas UKT. (Mel).*

 


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here