Universitas Aisyiyah Bandung Diresmikan, Sembilan Program Studi Ditawarkan

48
Aula RS Muhammadiyah, Kota Bandung.
Aula RS Muhammadiyah, Kota Bandung.

Madania.co.id, Bandung – Stikes Aisyiyah Bandung kini resmi bertransformasi menjadi Universitas Aisyiyah Bandung setelah diresmikan di Aula RS Muhammadiyah, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2020).

Diketahui, Universitas Aisyiyah Bandung kini memiliki sembilan program studi, diantaranya S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, Pendidikan Profesi Ners, DKV, Pariwisata, Perdagangan Internasional, Kebidanan dan Profesi Bidan.

Rektor Universitas Aisyiyah Bandung, Tia Setiawati mengatakan Universitas Aisyiyah ini sebagai salah satu alternatif bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi perubahan global, yang berdampak kepada berkurangnya kemampuan atau kesejahteraan masyarakat.

“Dengan hadirnya Universitas Aisyiyah, diharapkan nanti para mahasiswanya dapat memberikan kontribusi walaupun masih dalam pembelajaran, mahasiswa bisa berkontribusi melalui KKNnya, pengabdiannya, penelitiannya dalam hal pembangunan kesehatan dan ekonomi masyarakat,” kata Tia.

Tia berharap mahasiswa lulusan Universitas Aisyiyah dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

“Nanti untuk yang sudah alumni diharapkan mereka bisa memberikan peluang kerja, menjadi pencipta kerja bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi, kesejahteraan kesehatan dan yang utamanya lagi bisa memperkuat perkembangan teknologi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, Ia Kurnia, mengatakan Universitas Aisyiyah Bandung diharapkan mampu menebar ilmu-ilmu yang bermanfaat.

“Dapat menjadikan nilai-nilai islam mengalir tersampaikan dalam prodi-prodi yang baru ini, yaitu prodi perdagangan internasional, pariwisata, dan desain,” ujarnya.

“Oleh karena itu, insyaallah dengan jurusan-jurusan ini, prodi-prodi ini, kami bisa tetap menyampaikan dakwah Islam, dakwah Islam yang berkemajuan,” tambahnya.

Ia juga menuturkan, alumni Universitas Aisyiyah dapat memiliki ciri khas keislaman.

“Diharapkan alumni atau produk-produk yang dilahirkan universitas ini adalah keunggulannya kita menyampaikan segala sesuatunya itu dengan ciri khas islam, kuunggulannya itu. Bahwa kalau prodi pariwisata, bagaimana pariwisata yang syariah,” jelasnya.

Baca Juga:  Cabup Sukabumi, Reni Marlinawati Tutup Usia

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Jawa Barat Muhammadiyah, Suhada, mengatakan Universitas Aisyiyah akan menjadi tenaga tambahan dalam dakwah Muhammadiyah.

“Tentu akan menjadi menambah power dakwah Muhammadiyah Jawa Barat, terkhusus dalam dunia pendidikan. Insyaallah akan merupakan poin yang sangat penting bagi kita dengan lahirnya Universitas Aisyiyah ini, karena Aisyiyah memiliki sejarah yang panjang memiliki kehandalan dalam berjuang, memiliki masa depan yang insyaallah memberikan pencerahan,” ujar Suhada.

Suhada juga mengapresiasi perubahan nama Aisyiyah yang sebelumnya STIKES, kini menjadi Universitas.

“Karena hadirnya Universitas Aisyiyah ini tidak ujug-ujug lahir, tetapi dengan proses yang panjang, terbukti sejak dari pendirian SPK, akademi, sampai sekolah tinggi itu bisa berjalan dengan baik dengan berbagai prestasi. Jadi untuk menjadi Universitas hanya menambahnya, tidak terlalu banyak untuk menyempurnakan proses perguruan tinggi ini,” pungkasnya. (mrf)


Ikuti Media Sosial dan Youtube Channel Kami:
Instagram:www.instagram.com/madaniacoid/
Twitter: twitter.com/madaniacoid/
Facebook: facebook.com/madaniacoid
Youtube: youtube.com/madaniacoid
Jangan lupa like, comment, share, dan subscribe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here