Oleh : Iwan Setiawan
Bandung, Madania — Di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks, umat Islam diingatkan untuk terus menjaga fitrah, iman, dan keteguhan dalam menjalani ajaran agama. Fenomena perilaku menyimpang yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Islam menjadi salah satu tantangan moral yang banyak disorot para ulama dalam berbagai kajian keislaman.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya perbuatan yang paling kutakuti akan menimpa umatku adalah perbuatan yang dilakukan oleh kaum Luth.”
(HR. Ibnu Majah)
Hadis tersebut kerap menjadi pengingat bagi umat Islam agar menjaga diri dan keluarga dari berbagai bentuk perilaku yang dianggap menyimpang dari fitrah manusia menurut ajaran Islam.
Para ulama menjelaskan, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kehormatan, kesucian diri, dan ketahanan keluarga sebagai pondasi utama masyarakat. Karena itu, segala bentuk perilaku seksual di luar ketentuan syariat dipandang sebagai perbuatan dosa yang harus dijauhi.
Namun demikian, para ulama juga menegaskan bahwa penerapan hukum dalam Islam bukanlah urusan individu ataupun tindakan main hakim sendiri. Penetapan hukum pidana Islam atau hudud merupakan kewenangan otoritas peradilan yang sah dengan syarat-syarat yang sangat ketat.
Islam juga mengajarkan umatnya untuk tetap mengedepankan dakwah, nasihat, dan pembinaan akhlak dengan cara yang bijak serta penuh kasih sayang. Tujuannya bukan untuk membenci individu, melainkan menjaga moral masyarakat dan menghindarkan manusia dari perbuatan yang dinilai merusak kehidupan sosial.
Di era digital dan keterbukaan informasi saat ini, tantangan menjaga keluarga menjadi semakin besar. Orang tua dituntut lebih aktif menanamkan pendidikan agama, memperkuat komunikasi dengan anak, dan menciptakan lingkungan yang sehat secara spiritual maupun sosial.
Renungan Jum’at ini menjadi pengingat bahwa menjaga fitrah bukan hanya tugas individu, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak, dan kokoh menghadapi fitnah akhir zaman.
Semoga Allah SWT menjaga kita, keluarga kita, dan generasi penerus umat dari berbagai bentuk kemaksiatan serta meneguhkan hati dalam keimanan dan ketakwaan.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.










Discussion about this post