Bandung, Madania – Kesehatan usus kini semakin dianggap penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, bahkan dikaitkan dengan umur panjang. Karena itu, memahami sinyal tubuh menjadi bagian penting dalam gaya hidup sehat. Salah satu masalah pencernaan yang paling sering dialami banyak orang adalah perut kembung.
Kondisi ini bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari ketidakseimbangan bakteri baik di usus, gangguan pencernaan fungsional, hingga pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus atau SIBO.
Ahli gizi klinis dari Mount Sinai Kidney Center, Gena Hamshaw, membagikan beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi kembung sekaligus menjaga kesehatan usus.
Menurut Hamshaw, salah satu cara terbaik untuk mendukung kesehatan mikrobiota usus adalah mengonsumsi makanan kaya serat. Serat menjadi “makanan” bagi bakteri baik di usus besar sehingga membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Terdapat dua jenis serat, yaitu serat larut dan tidak larut. Keduanya penting untuk menjaga kelancaran pencernaan. Namun, serat larut disebut lebih membantu bagi orang yang mudah mengalami kembung atau sindrom iritasi usus.
Beberapa sumber serat larut antara lain oat, barley, kubis brussel, jeruk, kacang hitam, dan ubi.
Meski begitu, konsumsi serat tetap perlu seimbang karena terlalu banyak serat juga dapat memicu gangguan pencernaan.
Penelitian tahun 2021 menemukan bahwa berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan dapat membantu mengurangi gejala gangguan pencernaan, termasuk perut kembung.
Aktivitas ringan setelah makan membantu merangsang gerakan alami otot usus atau peristaltik sehingga gas dalam perut lebih mudah keluar.
Kebiasaan makan terlalu cepat ternyata dapat memengaruhi proses pencernaan. Mengunyah makanan lebih lama membantu memecah makanan sebelum masuk ke sistem pencernaan.
Air liur juga mengandung enzim pencernaan yang membantu penyerapan nutrisi menjadi lebih baik.
Selain membantu pencernaan, makan perlahan juga membuat seseorang lebih sadar terhadap rasa kenyang sehingga mengurangi risiko makan berlebihan yang dapat memicu rasa tidak nyaman di perut.
Sayuran mentah memang sehat, tetapi bagi sebagian orang lebih sulit dicerna. Hamshaw menjelaskan bahwa orang yang sering mengalami gas berlebih, kram, atau kembung biasanya merasa lebih nyaman saat mengonsumsi sayuran yang dimasak dibanding mentah.
Memiliki jadwal makan yang teratur dinilai dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih stabil. Sebagian orang juga merasa lebih nyaman dengan porsi makan kecil tetapi lebih sering dibanding makan dalam porsi besar sekaligus.
Menurut Hamshaw, makan dalam jumlah terlalu banyak dalam satu waktu bisa memberi beban lebih berat pada sistem pencernaan.
Jika perut kembung terus berlangsung disertai diare atau gangguan pencernaan lain yang mengganggu, para ahli menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
© 2022 MADANIACOID
Discussion about this post