CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Sabtu, 9 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Benarkah A.I. Mendorong Siswa untuk Curang di Sekolah?

Oleh Hilma Halimah
Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:16
di Feature
Benarkah A.I. Mendorong Siswa untuk Curang di Sekolah?

Siswa di ruang kelas sedang menggunakan A.I. di ponsel untuk menyontek saat ujian, sementara guru mengawasi di depan kelas.

Bandung, Madania – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (A.I.) semakin memengaruhi dunia pendidikan. Kehadiran teknologi seperti ChatGPT memicu kekhawatiran baru di sekolah, terutama soal praktik mencontek dan plagiarisme siswa.

Namun, sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa penggunaan A.I. belum tentu menyebabkan lonjakan besar dalam tindakan curang di sekolah. Yang meningkat justru rasa curiga dari para guru terhadap hasil pekerjaan siswa.

Perusahaan pendeteksi plagiarisme Turnitin mengungkapkan bahwa dari lebih dari 200 juta tugas yang dianalisis, sekitar 3% diketahui hampir sepenuhnya dibuat menggunakan A.I., sementara sekitar 10% menunjukkan jejak penggunaan teknologi tersebut.

Meski begitu, angka itu dinilai belum cukup untuk disebut sebagai “epidemi kecurangan”.

Guru Semakin Curiga terhadap Siswa

Sebuah studi dari Center for Democracy and Technology menemukan sebagian besar guru merasa generative A.I. membuat mereka lebih sulit percaya bahwa tugas siswa benar-benar hasil kerja sendiri.

Masalahnya, alat pendeteksi A.I. juga dianggap belum sepenuhnya akurat. Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa tulisan penutur nonbahasa Inggris lebih sering ditandai sebagai hasil A.I.

Akibatnya, muncul perdebatan baru di dunia pendidikan tentang bagaimana seharusnya sekolah menangani dugaan kecurangan siswa.

Universitas Kansas, misalnya, mengingatkan para pengajar agar tidak langsung mengambil keputusan hanya berdasarkan hasil deteksi perangkat lunak. Guru dianjurkan membandingkan tugas sebelumnya, berbicara langsung dengan siswa, dan memberi kesempatan klarifikasi.

Mencontek Sudah Ada Sebelum A.I.

Penulis menilai praktik mencontek sebenarnya sudah lama terjadi bahkan sebelum teknologi A.I. hadir.

Sebelumnya, kalkulator sempat dianggap mempermudah siswa curang dalam pelajaran matematika. Kemudian telepon genggam juga dituduh membuat siswa saling berbagi jawaban ujian. Wikipedia pun pernah dianggap merusak kemampuan riset siswa.

Namun pada akhirnya, teknologi-teknologi tersebut justru menjadi bagian normal dalam proses belajar.

Menurut penulis, A.I. kemungkinan hanya menjadi alat baru yang digunakan sebagian siswa, bukan penyebab utama kecurangan.

Batas Antara Membantu dan Curang

Perdebatan besar muncul ketika sekolah mencoba menentukan batas antara bantuan teknologi dan tindakan curang.

Dalam pelajaran matematika, penggunaan kalkulator untuk menghitung dianggap wajar karena fokus utama pembelajaran bukan pada perkalian dasar. Namun ketika A.I. menulis seluruh esai siswa, banyak orang menganggapnya berbeda.

Penulis menilai perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa konsep “mencontek” sebenarnya cukup subjektif dan sering kali bergantung pada proses kerja, bukan hanya hasil akhir.

Sekolah Dinilai Terlalu Fokus pada Hasil

Artikel ini juga menyoroti perubahan tujuan pendidikan modern. Dahulu sekolah banyak menekankan hafalan dan proses belajar disiplin. Kini fokus pendidikan lebih banyak diarahkan pada pembentukan karakter, nilai, dan cara berpikir siswa.

Menurut penulis, masalah utama dari mencontek bukan sekadar siswa mendapat jawaban instan, melainkan hilangnya proses belajar itu sendiri—mulai dari membaca, menulis, berpikir, hingga menyusun argumen.

Teknologi seperti mesin pencari, Wikipedia, hingga ChatGPT memunculkan pertanyaan baru: jika semua informasi bisa dicari dengan cepat, apa sebenarnya tujuan utama sekolah?

A.I. Bukan Ancaman Utama Pendidikan

Penulis berpendapat A.I. tidak secara revolusioner membuat siswa lebih curang. Tekanan akademik, persaingan masuk universitas, dan tuntutan nilai tinggi justru dianggap lebih berpengaruh terhadap praktik kecurangan.

Karena itu, solusi yang ditawarkan bukan hanya memperketat pengawasan teknologi, tetapi juga mengembalikan fokus pendidikan pada proses belajar dan kebiasaan kerja siswa.

Salah satu contohnya adalah memperbanyak tugas menulis langsung di kelas menggunakan kertas dan pena agar siswa benar-benar terlibat dalam proses berpikir.

Pada akhirnya, penulis menekankan bahwa inti pembelajaran bukan hanya pada informasi yang dihafal, melainkan pengalaman menjalani proses belajar itu sendiri.

Editor: Denny Surya
Berita terbaru dan menarik hari ini tentang AlArtificial Intellegencekecerdasan buatankecurangan
Previous Post

Aksi Humanis KAI Divre II Sumbar di Padang, Donor Darah Disambut Antusias

Next Post

5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Mengurangi Perut Kembung

Next Post
5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Mengurangi Perut Kembung

5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Mengurangi Perut Kembung

Discussion about this post

Indeks Berita

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Pelajaran yang Perlu “Dilupakan” Setelah Sekolah

Pelajaran yang Perlu “Dilupakan” Setelah Sekolah

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Pelajaran yang Perlu “Dilupakan” Setelah Sekolah

Pelajaran yang Perlu “Dilupakan” Setelah Sekolah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:06
Pulihkan Kepercayaan Publik, KAI Daop 2 Bandung Perketat Pengawasan Jalur Kereta

Pulihkan Kepercayaan Publik, KAI Daop 2 Bandung Perketat Pengawasan Jalur Kereta

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:06
5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Mengurangi Perut Kembung

5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Mengurangi Perut Kembung

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:17
Benarkah A.I. Mendorong Siswa untuk Curang di Sekolah?

Benarkah A.I. Mendorong Siswa untuk Curang di Sekolah?

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:16
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID