Bandung, Madania – Buah dan sayuran berwarna cerah ternyata bukan hanya menarik untuk difoto, tetapi juga menyimpan manfaat besar bagi kesehatan. Warna-warna alami pada bahan pangan tersebut berasal dari senyawa bernama flavonoid, yaitu zat alami yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Ahli gizi Jasmine Hormati, MS, RD, CDN, menjelaskan bahwa flavonoid banyak ditemukan dalam buah, sayuran, kacang-kacangan, hingga teh dan anggur. Menurutnya, semakin beragam jenis buah dan sayuran yang dikonsumsi, semakin baik pula asupan flavonoid yang didapat tubuh.
Flavonoid merupakan kelompok senyawa polifenol alami yang terdapat pada tumbuhan. Senyawa ini terbagi dalam beberapa jenis, seperti flavon, flavonol, flavanon, antosianin, dan katekin.
Dalam tanaman, flavonoid berfungsi melindungi dari stres oksidatif, paparan sinar UV, hingga memberi warna dan aroma pada buah maupun bunga. Sementara bagi manusia, flavonoid dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Sejumlah penelitian menyebut flavonoid memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, antimutasi, hingga antikanker. Sebagai antioksidan, flavonoid membantu menetralkan radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif dalam tubuh.
Konsumsi makanan kaya flavonoid juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, membantu menjaga tekanan darah dan kolesterol, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.
Berikut 10 makanan kaya flavonoid yang baik dikonsumsi:
Blueberry, blackberry, cranberry, hingga ceri termasuk sumber flavonoid yang sangat tinggi, terutama jenis antosianin. Selain membantu melawan peradangan, buah berry juga kaya vitamin dan serat.
Peterseli mengandung flavonoid apigenin dalam jumlah tinggi. Selain itu, daun ini juga kaya vitamin C, A, dan K yang baik untuk imunitas serta kesehatan tulang.
Capers atau kuncup bunga yang sering dijadikan pelengkap salad dan pasta mengandung quercetin tinggi, yaitu flavonoid yang dikenal memiliki efek antioksidan kuat.
Warna ungu pada kubis merah berasal dari antosianin bernama sianidin. Kandungan flavonoidnya lebih tinggi dibanding kubis hijau, ditambah vitamin C yang cukup melimpah.
Bawang merah, terutama lapisan terluarnya, kaya akan quercetin. Beberapa penelitian juga menyebut bawang merah memiliki potensi membantu menjaga kesehatan jantung.
Teh hijau maupun teh hitam sama-sama mengandung flavonoid. Namun, teh hijau diketahui memiliki kandungan katekin lebih tinggi yang baik untuk melawan radikal bebas.
Ceri manis maupun asam mengandung antosianin dan katekin yang bermanfaat untuk membantu mengurangi peradangan. Buah ini juga kaya vitamin A, C, dan E.
Buah sitrus seperti jeruk dan lemon mengandung flavanon, senyawa yang dikenal membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan pembuluh darah.
Apel mengandung katekin dan quercetin. Kulit apel bahkan disebut memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibanding daging buahnya.
Anggur merah mengandung flavonol dan antosianin dalam jumlah cukup tinggi. Meski demikian, konsumsi alkohol tetap perlu dibatasi karena berisiko bagi kesehatan jika berlebihan.
Mengonsumsi makanan kaya flavonoid dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh dan membantu melawan peradangan. Para ahli menyarankan untuk memperbanyak variasi buah dan sayuran dalam menu harian agar manfaatnya lebih optimal.
© 2022 MADANIACOID
Discussion about this post