Madania.co.id, Bandung – Bupati Bandung, H. M Dadang Supriatna, meraih penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat, atas komitmen dan kontribusinya terhadap pembinaan dan perluasan inovasi cegah stunting di daerah ini.
Penghargaan tersebut diberikan oleh kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jabar, dr drs. Wahidin M.Kes dan diterima Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan, Mochamad Usman.
Penghargaan diberikan bertepatan dengan dengan Peringatan Hari Kluarga Nasional XXIX yang di Lapangan Pandapa Paramarta Kabupaten Kuningan, Kamis (28/7).
Penghargaan kategori edukasi masyarakat dengan judul Ruang Riung Ceria sebagai inovasi, menjadi motivasi bagi pemerintah daerah bersama Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari (PTNL) dan Heights and Minds Foundation untuk bergerak bersama menekan angka stunting di Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah atas kerja keras bersama, apresiasi ini diperoleh. Namun saya harap, ini menjadi motivasi kita untuk semakin bersemangat bekerja, kompak, dan saling menguatkan komitmen kita dalam upaya mewujudkan visi pembangunan daerah, khususnya dalam menekan angka stunting” ujar bupati.
Dia menyebutkan, target penurunan stunting nasional adalah 14 persen pada tahun 2024.
Untuk itu, ia berharap sistem pemantauan dan evaluasi terpadu dari semua program prioritas yang terdiri ats intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif secara terstruktur, dapat dilakukan dengan baik.
“Presiden menargetkan tahun 2024 angka stunting turun 14 persen. Sementara berdasarkan data dari Dinkes Jabar, presentase balita stunting di Kabupaten Bandung tercatat sebesar 7,32%. Untuk percepatan penurunan stunting diperlukan Inovasi daerah berbasis kolaborasi pentahelix agar terjadi lompatan positif terhadap hasil kinerja penurunan stunting.
Saya harap semua elemen terkait bisa berkontribusi secara positif,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, hadir pula Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang mengatakan bahwa momen peringatan Harganas merupakan ajang menguatkan komitmen bersama untuk mengatasi berbagai isu di masyarakat terutama stunting juga untuk mengekspos program Bangga Kencana serta memberi penghargaan kepada mitra kerja atas kiprahnya dalam Program Bangga Kencana.
Gubernur juga menyampaikan harapan seluruh pimpinan daerah di Jawa Barat dapat membantu mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya masing-masing.
“Maka mari bersama-sama memastikan Jawa Barat Zero New Stunting,” ucapnya.
Sementara itu menurut Mochamad Usman, program pencegahan stunting merupakan salah satu program tanggungjawab sosial dan lingkungan yang menunjang sektor pertumbuhan lainnya.
Penghargaan tersebut, menurut dia, merupakan cermin kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program percepatan penurunan angka stunting nasional.
“Saya sampaikan terimakasih, program pencegahan stunting dengan upaya mengedukasi masyarakat melalui Ruang Riung Ceria yang dijalankan Yayasan PTNS bersama Heights and Mind Founndation, selaras dalam pencapaian Sustainable Development Goals nomor tiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia”, ujar Usman didampingi Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Muhamad Hairun.
Ia juga menyebutkan, dalam percepatan penurunan stunting, Pemkab Bandung telah membentuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting ) baik di tingkat kabupaten maupun di 31 kecamatan dan sudah memiliki 8.376 TPK ( Tim Pendamping Keluarga ) yang terdiri atas kader PKK, kader KB dan Bidan.
Parakader ini, lanjutnya, bertugas mendampingi keluarga yg berisiko stunting seperti Calon Pengantin (Catin) , ibu hamil (Bumil) , Ibu Bersalin (bulin).
“Mudah-mudahan, upaya ini bisa dilakukan dengan baik, sinergis dan benar-benar berdampak, khususnya menekan stunting yang saat ini masih ditemukan di 65 desa di Kabupaten Bandung,” katamya.(m)










Discussion about this post