CLOSE ADS
CLOSE ADS
MADANIACOID
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming
No Result
View All Result
MADANIACOID
No Result
View All Result

Mau Coba Rasa Kecap Dari Berbagai Wilayah, Catat Tanggal Dan Waktunya

Oleh Abdul Hadi
Selasa, 13 Juni 2023 - 15:16
di Headline, Ragam
Mau Coba Rasa Kecap Dari Berbagai Wilayah, Catat Tanggal Dan Waktunya

Madaniacoid — Tidak kurang dari 150 kecap dari berbagai daerah di Nusantara ditampilkan dalam Pameran Kecap Nusantara “Rasa Lestari” yang digelar di Teater Pengetahuan, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor 13-16 Juni 2023.

Acara tersebut diselenggarakan Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadajaran berkolaborasi dengan Parti Gastronomi serta didukung penuh Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi.

Pameran ini memberikan pengalaman kepada pengunjung untuk menjelajahi kecap yang juga menjadi warisan budaya milik Indonesia. Selain pameran produk kecap, kegiatan ini juga menampilkan arsip atau dokumen mengenai kecap dari masa kolonial, kecap tasting, pemutaran film dokumenter, talkshow, serta demo masak.

“Ini adalah sebuah misi untuk melestarikan rasa yang ada di Indonesia melaui kecap,” kata Ketua Panitia yang juga Dosen Antropologi FISIP Unpad Hardian Eko Nurseto, M.Si.

Dikatakan dosen yang akrab disapa Seto tersebut, belum banyak masyarakat yang menyadari adanya keberagaraman kecap dari berbagai daerah. Tim pun mencoba mendokumentasikan dan menelusuri sejarahnya.

“Di pameran kali ini kita juga menelusuri sejarah dari kecap manis, dari penelusuran dokumen Belanda sampai ke 1898,” ungkap Seto.

Untuk kecap testing, pengunjung dapat mencoba sekitar 10 kecap berbeda yang ditampilkan. Pengunjung pun dapat melihat perbedaan konsistensi, warna, serta rasa dari masing-masing kecap. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat artefak seputar kecap dari tahun 1930 hingga 1988.

“Buat Antropologi, kecap ini bisa bercerita tentang banyak hal dan saya mencoba mewujudkannya di sini,” ujar Seto.

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Mohamad Fahmi, S.E., M.T., Ph.D. mengatakan bahwa pameran tersebut juga sebuah upaya untuk mengaktifkan Teater Pengetahuan. Fahmi meyakini bahwa setiap aspek keimuan jika ditampilkan secara menarik dapat membuat orang tertarik untuk mengakses.

“Teater Pengetahuan itu kan sebetulnya niatannya adalah ingin mendokumentasikan seluruh knowledge yang dimiliki oleh umumnya bangsa Indonesia atau khususnya adalah sivitas akademika Unpad. Nanti bisa kita sebarluaskan dan dinikmati oleh kalangan umum sehingga memang pengemasannya itu lebih popular,” ujar Fahmi.

Fahmi pun berharap acara ini akan membawa inspirasi bagi dosen lain untuk mewujudkan acara serupa. Ia yakin bahwa setiap keilmuan di Unpad memiliki cerita yang bisa disampaikan ke masyarakat.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti. Dikatakan Rektor, Unpad terus berkomitmen untuk menerapkan ilmu pengetahuan. Berbagai bidang ilmu yang ada di Unpad memliki hal menarik yang dapat disampaikan pada masyarakat.

“Unpad selain punya tempat atau sebagai gudang ilmu kami ingin sekali juga mendiseminasikan, menyebarluaskan pengetahuan itu bagi masyarakat luas,” kata Rektor.

Menurut Rektor, masyarakat membutuhkan pengetahuan yang kemasannya disusun sesuai dengan karakter masyarakat. Pameran ini pun memanfaatkan teknologi digital sehingga acara dikemas dengan menarik. Rektor pun berharap acara ini dapat didokumentasikan, diputar kembali, dan diperkaya.

“Mari kita buat Unpad menjadi institusi yang betul-betul punya pengetahuan yang kaya dan mudah dinikmati,” pungkasnya. ***

Editor: Denny Surya
Previous Post

Pemondokan Nyaman, Bikin Jemaah Lansia Betah dan Semangat Ibadah

Next Post

Dari Tanah Galian, Desa Pasawahan Gunung Batur Binaan PLN Kini Jadi Destinasi Wisatawan

Next Post
Dari Tanah Galian, Desa Pasawahan Gunung Batur Binaan PLN Kini Jadi Destinasi Wisatawan

Dari Tanah Galian, Desa Pasawahan Gunung Batur Binaan PLN Kini Jadi Destinasi Wisatawan

Discussion about this post

Indeks Berita

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bocoran 500 Istilah Tugas MOS – MPLS Terlengkap 2022

Ini Dia Bocoran 500 Istilah Tugas MOS MPLS Terlengkap

Selasa, 12 Juli 2022 - 18:41
Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Mantaps!, inilah 7 Aneka Makanan yang dibuat dari Umbi-umbian

Senin, 13 Februari 2023 - 15:30
mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Sabtu, 4 Juli 2020 - 13:06
cara transkrip tanpa ngetik

Cara Transkrip Wawancara Tanpa Harus Ngetik

Selasa, 7 Juli 2020 - 17:53
Mengapa Peserta Didik Menyukai Ujian Digital?

Mengapa Peserta Didik Menyukai Ujian Digital?

Sejarah Pendirian Parmusi, Persaudaraan Muslimin Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Hari Ini, Kelas I Jadi Rp150 Ribu

mitos dan fakta eureup eureup

Mitos dan Fakta tentang Eureup-Eureup Saat Tidur

Mengapa Peserta Didik Menyukai Ujian Digital?

Mengapa Peserta Didik Menyukai Ujian Digital?

Kamis, 30 April 2026 - 20:24
Melejit 128 Persen, KA Lembah Anai Tetap Jadi Primadona Transportasi Sumbar

Melejit 128 Persen, KA Lembah Anai Tetap Jadi Primadona Transportasi Sumbar

Kamis, 30 April 2026 - 19:15
Anak yang Membaca, Saat Dewasa Akan Mampu Berpikir Kritis

Menanti Peningkatan Kualitas Pendidikan di Tanah Air

Kamis, 30 April 2026 - 15:22
Anak yang Membaca, Saat Dewasa Akan Mampu Berpikir Kritis

Pendidikan di Indonesia: Sudah Baik atau Masih Perlu Ditingkatkan?

Kamis, 30 April 2026 - 14:14
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Berita
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Dunia Islam
  • Kajian
  • Gaya Hidup
  • Persib Bandung
  • Agenda
  • Radio Streaiming

© 2022 MADANIACOID